Kompas TV nasional peristiwa

Eks Jubir KPK Soal Nasib Pegawai Korban TWK: Apa Presiden Akan Diam Saja?

Sabtu, 25 September 2021 | 06:50 WIB
eks-jubir-kpk-soal-nasib-pegawai-korban-twk-apa-presiden-akan-diam-saja
Mantan Kepala Biro Humas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah. (Sumber: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nz)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Mantan Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mempertanyakan sikap diam Presiden Joko Widodo pasca diberhentikannya 56 pegawai korban tes wawasan kebangsaan (TWK).

Hanya tinggal dalam hitungan hari, para pegawai korban TWK, tersebut bakal resmi keluar dari lembaga tersebut.

“Apa iya dengan implementasi TWK yang bermasalah terjadi di KPK, presiden akan diam saja?” ujar Febri Diansyah yang ditemui di “Kantor” Darurat Pemberantasan Korupsi yang dipasang di depan Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (24/9/2021).

DIa berharap Presiden Jokowi tetap mendengar dan memerhatikan suara pegawai korban TWK. Sebab para pegawai tersebut, telah disingkirkan dari KPK dalam proses TWK yang penuh masalah.

Baca Juga: Anggota Komisi III DPR: Pegawai KPK Korban TWK Semestinya Diberi Kesempatan

Dia menyatakan Kantor Darurat Pemberantasan Korupsi merupakan simbol ketidakberesan dalam proses tersebut.

Apalagi masalah dalam proses TWK sudah diungkap Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. Komnas HAM dalam temuan dan rekomendasinya mengungkap setidaknya ada 11 pelanggaran HAM dalam proses alih status pegawai KPK menjadi Aparatur Sipil Negara dengan mekanisme TWK.

Ombudsman RI juga menengarai ada masalah pelanggaran maladministrasi dalam proses TWK, sehingga meminta presiden sebagai penanggung jawab tertinggi kepegawaian mengambil alih masalah alih status pegawai KPK menjadi ASN.

Baca Juga: KPK Diminta Laksanakan Rekomendasi Ombudsman Terkait Maladministrasi TWK

Febri lebih lanjut menyatakan telah banyak masuk surat ke Kantor Darurat Pemberantasan Korupsi yang meminta presiden mengambil sikap.

Penulis : Vidi Batlolone | Editor : Hariyanto Kurniawan

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
00:23
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19