Kompas TV klik360 sinau

Dampak Buruk Kebiasaan Menggantungkan Helm di Spion Sepeda Motor

Jumat, 24 September 2021 | 21:11 WIB

KOMPAS.TV- Ketika kita mengendarai motor di jalan, pengendara motor dan yang membonceng wajib memakai helm, baik jarak yang ditempuh jauh ataupun dekat. Karena menggunakan helm meminimalkan risiko kecelakaan.

Saat sudah sampai tujuan, kemudian memarkirkan motor, beberapa dari kita kerap meletakan helm di spion motor. Beberapa orang merasa, meletakan helm di spion motor, dinilai lebih efisien. Selain itu juga, tidak semua tempat parkir menyediakan penitipan helm. Namun sayangnya, kebiasaan meletakan helm di spion motor berdampak buruk. Baik bagi spion motor dan juga helm yang kita miliki. Selain itu juga rawan diambil oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Ketika helm digantungkan atau diletakan di spion. Bagian dalam helm akan rusak, terutama pada bagian EPS. Rusak karena tertekan oleh spion sepeda motor, saat kita meletakan, atau menggantukannya di spion sepeda motor.

Melansir Grid Oto lapisan EPS (Expanded Polystyrene/Styrofoam) merupakan lapisan styrofoam. Di dalam helm yang bertugas menahan benturan kepala ketika terjadi crash.

Melihat dari sisi kendaraan, kebiasaan meletakan helm di spion motor ini, membuat spion sepeda motor jadi kendur. Jika spion kendur maka akan mudah terlepas. Tentu ini sangat membahayakan, ketika berkendara, spion yang kendur ini bisa saja terlepas. Berbahaya bagi diri sendiri, dan orang lain.

Idealnya atau baiknya letakan helm, pada pengait yang ada di bawah jok. Namun terkadang, keamanannya juga kurang baik, karena di helm bisa dipotong atau digunting pengaitnya, lalu diambil helm tersebut, oleh orang yang tidak bertanggung jawab, meski jok sudah terkunci . Pilihan lainnya, bisa  masukan ke dalam bagasi, jika motor sudah memiliki bagasi di bawah jok. Atau titipkan ke penitipan helm di tempat  parkir yang menyediakan. 

Baca Juga: Andrea Dovizioso Sebut Motor Yamaha Harus Dinaiki dengan Trik Khusus

https://www.kompas.tv/article/214519/andrea-dovizioso-sebut-motor-yamaha-harus-dinaiki-dengan-trik-khusus 

Grafis: Arief Rahman

Penulis : Sunbhio Pratama

Sumber : diolah dari berbagai sumber


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
19:12
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19