Kompas TV nasional peristiwa

3 Perkara Azis Syamsuddin dalam Pusaran Kasus Korupsi

Jumat, 24 September 2021 | 12:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Beredar informasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin sebagai tersangka dugaan suap dana alokasi khusus Kabupaten Lampung Tengah tahun 2017.

Namun Juru Bicara KPK, Ali Fikri, menyebut belum bisa merinci status hukum Azis atas kasus suap Dana Alokasi Khusus (DAK) Lampung Tengah.

Nama Azis Syamsuddin disebut dalam tiga perkara saat sidang dakwaan mantan penyidik KPK Robin Patuju dan pengacara Maskhur Husain.

Robin jadi terdakwa karena diduga menerima suap Wali Kota Tanjung Balai M. Syahrial yang ingin menghentikan kasus yang tengah disidik KPK saat itu, yakni jual beli jabatan di Tanjung Balai.

Tapi di sidang Robin, jaksa menyebut Azis juga diduga menyuap Robin sebesar Rp 3,5 miliar untuk pengurusan kasus DAK Lampung Tengah yang diselidiki KPK.

Adapun tiga perkara yang menyinggung nama Azis di sidang dakwaan Robin adalah di Kasus Wali Kota Tanjung Balai M. Syahrial dan Robin Patuju.

Peran Azis sebagai yang mengenalkan Robin ke Syahrial agar kasus jual beli jabatan di Tanjung Balai tidak naik ke penyidikan.

Lalu dugaan suap pengurusan dana alokasi khusus Kabupaten Lampung Tengah pada 2017. Azis dan Aliza Gunado memberikan Rp 3 miliar dan 36 ribu USD kepada Robin untuk menghentikan penyelidikan kasus pengurusan fee 8 persen dan dana alokasi khusus.

Ketiga, di kasus eks Bupati Kutai Kertanegara, Rita Widyasari. Dalam kasus ini, azis Syamsuddin mengenalkan Rita kepada Robin dan Maskur Husain.

Robin dan Maskur menjanjikan Rita memuluskan pengembalian aset yang disita KPK dan pengajuan peninjauan kembali dengan meminta imbalan Rp 10 miliar.

Ketua Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman, membuat ranking kasus yang paling berat menjerat Azis yakni suap dana alokasi khusus di Lampung Tengah.
 

Penulis : Reny Mardika

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Berita Daerah

PPKM Kota Semarang Turun Level 1

Rabu, 20 Oktober 2021 | 11:31 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
11:36
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19