Kompas TV nasional politik

Digadang-gadang Jadi Panglima TNI, KSAL Yudo Margono: Selalu Siap, Kalau Tidak Nyebur Laut

Jumat, 24 September 2021 | 00:01 WIB
digadang-gadang-jadi-panglima-tni-ksal-yudo-margono-selalu-siap-kalau-tidak-nyebur-laut
Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Yudo Margono melakukan inspeksi pasukan saat Gelar Pasukan Kesiapsiagaan TNI Angkatan Laut Tahun 2020 di dermaga JICT II, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (23/11/2020). Apel pasukan tersebut digelar untuk memeriksa kesiapansiagaan prajurit maupun alutsista TNI Angkatan Laut guna menyambut tugas-tugas ke depan. (Sumber: (KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG))

SEMARANG, KOMPAS.TV - Nama Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono mencuat ke publik karena digadang-gadang menjadi kandidat terkuat sebagai Panglima TNI menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto yang akan pensiun.

Terlebih, Wakil Presiden Maruf Amin keliru memanggil Laksamana Yudo Margono sebagai Panglima TNI.

Baca Juga: KSAL Yudo Margono Tegaskan Tak Ada Ribuan Kapal Asing di Laut Natuna: KRI dan Pesawat Kita Standby

Hal itu dikatakan Maruf Amin saat menghadiri kegiatan vaksinasi di Pondok Pesantren An Nawawi Tanara, Serang, Banten.

"Hari ini saya hadir di Pondok Pesantren An Nawawi Tanara, Serang, Banten, untuk mengikuti vaksinasi yang diselenggarakan oleh TNI Angkatan Laut bersama dengan pemerintah daerah. Dan ada Bapak Panglima hadir di sini. Eh, Bapak KSAL," kata Maruf Amin dalam sebuah video yang beredar.

Menanggapi namanya yang mencuat dalam bursa Panglima TNI, Laksamana Yudo Margono pun akhirnya angkat bicara.

Baca Juga: Anggota Komisi I: Presiden Jokowi Akan Kirim Surpres Calon Panglima TNI Usai PON Papua

Saat ditanya mengenai kesiapannya jika ditunjuk sebagai Panglima TNI menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto, Yudo menekankan semua prajurit selalu siap menjalankan tugas apapun.

Namun demikian, terkait bursa Panglima TNI, Yudo Margono mengatakan tak ingin meresponsnya.

"Kita prajurit apapun yang ditugaskan harus siap melaksanakan tugas. Jadi tidak ada respons-respons, tidak ada respons," kata Yudo di atas KRI Semarang-594 pada Kamis (23/9/2021), dilansir Tribunnews.com.

Penulis : Tito Dirhantoro | Editor : Hariyanto Kurniawan

Sumber : Tribunnews.com


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
18:31
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19