Kompas TV nasional peristiwa

Pidato di PBB, Jokowi: Kapan Masyarakat Akan Terbebas dari Pandemi?

Kamis, 23 September 2021 | 12:34 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Joko Widodo menyinggung soal ketimpangan penanganan pandemi Covid-19 antar negara yang masih terjadi secara global.

Menurut Presiden, ketimpangan tersebut muncul karena masih adanya politisasi dan diskriminasi terhadap vaksin Covid-19.

"Kemampuan dan kecepatan antarnegara dalam menangani Covid-19 termasuk vaksinasi sangat timpang. Politisasi dan diskriminasi terhadap vaksin masih terjadi. Hal-hal ini harus bisa kita selesaikan dengan langkah-langkah nyata," tutur Presiden Jokowi.

Baca Juga: Jokowi Pidato di PBB: Indonesia Siap Jadi Presiden G-20

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Jokowi saat berpidato secara virtual dalam Sidang Majelis Umum ke-76 Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), Kamis (23/9/2021).

Presiden menilai perlu adanya langkah-langkah nyata yang sepatutnya diambil untuk mengatasi ketimpangan tersebut.

Langkah pertama ialah dengan menata kembali arsitektur ketahanan kesehatan global atau global health security system.

Kedua, penggalangan sumber daya kesehatan global baik dalam pendanaan vaksin, obat-obatan, alat kesehatan, dan tenaga kesehatan secara cepat dan merata.

Terakhir, perlu adanya standardisasi protokol kesehatan global dalam aktivitas lintas batas negara.

Baca Juga: Pidato Jokowi di PBB: Politisasi dan Diskriminasi Vaksin Masih Terjadi

Sebelumnya, saat menyampaikan kalimat pembuka pidato, Jokowi mengatakan hasil sidang PBB kali ini salah satunya adalah mengenai kapan pandemi Covid-19 akan berakhir.

"Hasil Sidang Majelis Umum PBB ini ditunggu oleh masyarakat dunia untuk menjawab kegelisahan utama dunia. Kapan masyarakat akan terbebas dari pandemi?," ujar Jokowi.

"Kita harus memberikan harapan bahwa pandemi Covid-19 akan bisa tertangani dengan cepat, adil, dan merata. Kita tahu bahwa no one is safe is until everyone is," tambahnya. 

Video Editor: Vila Randita

Penulis : Aryo bimo

Sumber : Sekretariat Presiden


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
09:25
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19