Kompas TV bisnis bumn

Utang PTPN III Rp43 Triliun, Erick Thohir Curiga akibat Korupsi Lama

Kamis, 23 September 2021 | 11:05 WIB
utang-ptpn-iii-rp43-triliun-erick-thohir-curiga-akibat-korupsi-lama
Menteri BUMN Erick Thohir saat peluncuran logo Kementerian BUMN, Rabu (1/7/2020). (Sumber: Dokumentasi Kementerian BUMN)

JAKARTA, KOMPAS.TV- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III memiliki utang Rp43 triliun. Menurut Erick, utang tersebut adalah warisan manajemen lama dan menjadi beban manajemen saat ini.

Erick juga menduga ada praktik korupsi yang menyebabkan PTPN III punya utang sebesar itu. Utang ini berupa pinjaman PTPN secara konsolidasi kepada bank dalam negeri dan asing.

"Ini merupakan penyakit lama, yang kami sudah tahu, dan ini suatu korupsi terselubung yang memang harus dibuka dan harus dituntut yang melakukan ini," kata Erick dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR yang digelar Rabu (22/9/2021).

Saat ini, utang PTPN III sebagai perusahaan induk dari holding perkebunan sudah direstrukturisasi. Yaitu senilai lebih dari Rp41 triliun. Selanjutnya, PTPN III melakukan efisiensi dan fokus pada bisnis yang menguntungkan.

Baca Juga: Asing Banyak Danai Startup Lokal, Erick Thohir: Bukan Salah Asingnya, Salah Kitanya

Hal itu dilakukan agar perusahaan tetap bisa membayar utangnya.

"Corporate action adalah salah satu memang dituntut supaya ketika utangnya diperpanjang tetap ada cash yang masuk ke bank-bank yang memberi pinjaman kepada PTPN," ujar Erick.

"Dan ini bank-banknya bukan hanya Bank Himbara tapi banyak bank asing, bank swasta yang hingga kalau tidak terbayarkan akan kolaps secara beruntun," tambahnya.

PTPN III kini tengah fokus pada kelapa sawit dan gula, 2 komoditas yang sangat menguntungkan.

"Di sinilah kita berinisiatif. Selain efisiensi, peningkatan daripada produksinya. Kita memang salah satu yang diuntungkan dengan harga kelapa sawit yang sedang naik. Nah, di situlah terjadi peningkatan revenue sebanyak 37 persen. Jadi fokus daripada produk yang ada di PTPN menjadi kunci," kata Erick.

Penulis : Dina Karina | Editor : Desy Afrianti

Sumber :


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
06:05
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19