Kompas TV nasional peristiwa

Menkominfo Tegaskan Data Pribadi Pengguna PeduliLindungi Tidak Bocor

Rabu, 22 September 2021 | 18:37 WIB
menkominfo-tegaskan-data-pribadi-pengguna-pedulilindungi-tidak-bocor
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menegaskan, data pribadi pengguna aplikasi PeduliLindungi tidak bocor. (Sumber: Kompastv/Ant)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menegaskan, data pribadi pengguna aplikasi PeduliLindungi tidak bocor.

Menurut Menkominfo, data pribadi seluruh pengguna PeduliLindungi ada di Indonesia serta berada di cloud milik Kementerian Kominfo dan Kementerian Kesehatan.

"Tidak terjadi kebocoran data di PeduliLindungi, dan data-data yang ada di dalam platform tersebut berada di Indonesia, bukan diletakkan di luar negeri. Data-datanya berada di cloud di dalam negeri, baik di cloud Kominfo maupun di cloud mitra Kementerian Kesehatan yang menangani PeduliLindungi," kata Johnny saat rapat kerja dengan Komite I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Rabu (21/9/2021).

Merespons perihal kebocoran data sejumlah tokoh nasional, Johnny menyebut bukan berasal dari PeduliLindungi. Melainkan, karena penggunaan data pribadi yang sudah menjadi domain publik secara tanpa hak.

Oleh karena itu, Johnny menilai, aksi tersebut dinilai ilegal sehingga perlu diselesaikan secara hukum.

Baca Juga: ASDP Imbau Beli Tiket Online dan Aktifkan PeduliLindungi sebelum Gunakan Jasa Penyeberangan

"Ini masalahnya adalah tindakan-tindakan kriminal atau tindakan yang tidak sesuai aturan, ilegal terhadap data pribadi masyarakat oleh oknum-oknum yang perlu mendapat penegakan hukum di ruang fisik. Kalau ini dibiarkan, maka semua pejabat publik yang diamanatkan oleh undang-undang agar data pribadinya dengan persetujuan masing-masing disiarkan kepada publik, akan mengalami masalah yang sama," kata Johnny memperingatkan.

Sementara itu, Ketua Komite I DPD Fachrul Razi mendorong pemerintah untuk melakukan langkah-langkah strategis untuk menghindari potensi kebocoran data.

"Persoalan tersebut bisa menjadi bencana bagi negara jika tidak dilakukan langkah-langkah strategis. Karena, hak privasi seseorang telah dilanggar. Mengingat, data yang diperjualbelikan atau dicuri tersebut sangat sensitif, mulai dari nama lengkap, alamat, email, nomor telepon, dan riwayat kesehatan," papar Fachrul Razi.

Kendati demikian, Johnny menyatakan, pemerintah terus berupaya melindungi data pribadi masyarakat untuk menghindari penyalahgunaan atau kebocoran data.

Penulis : Nurul Fitriana | Editor : Vyara Lestari

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
05:54
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19