Kompas TV regional berita daerah

Sukses Menjadi Petani Porang Di Tengah Pandemi

Rabu, 22 September 2021 | 13:18 WIB

CIANJUR, KOMPAS.TV - Porang, salah satu jenis umbi-umbian yang tengah jadi perbicangan, setelah Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, menyebutnnya sebagai makanan masa depan. Sejenis umbi-umbian yang biasa dijadikan beras, sirataki, campuran produk makanan, sampai kosmetik ini dikenal kaya akan manfaatnya.

Di Kabupaten Cianjur, porang mulai berkembang menjadi bisnis menjanjikan dalam sektor pertanian. Lahan seluas enam hektar di Desa Sindangasih, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur ini menghasilkan dua ratus ton porang. Setelah panen, porang dengan bentuk umbi basah disortir hingga diolah menjadi bentuk chip, sebelum dijual ke luar daerah, seperti Madiun dan Semarang.

Sementara menurut petani porang. Teknik penanaman porang terbilang mudah karena hanya mengandalkan air yang cukup dan pupuk organik. Dari awal penanaman sampai masa panen, bisa memakan waktu 6 hingga 7 bulan, dengan bobot umbi kisaran 8 ons hingga 2 kilogram.  

Sedangkan untuk harga jual, satu kilogram porang dalam bentuk umbi basah, dijual 7 ribu rupiah. Sementara, untuk porang yang sudah diolah dan dikeringkan menjadi chip, dijual 45 ribu rupiah per kilogramnya.

Selain bentuk umbi basah dan chip, porang dalam bentuk kecil atau yang dikenal dengan katak porang ternyata lebih bernilai tinggi mengingat digunakan sebagai bibit yang bisa ditanam kembali. Harga di pasaran untuk 1 kilogram katak porang berkisar 200 hingga 300 ribu rupiah.

Rendah kalori dan juga rendah kadar gula, porang diyakini sebagai makan pokok pengganti nasi yang lebih sehat. sehingga porang diharapkan menjadi komoditas ekspor andalan Indonesia.,

Penulis : KompasTV Sukabumi

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
13:40
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19