Kompas TV kolom opini

Rabu Malam

Selasa, 21 September 2021 | 19:29 WIB
rabu-malam
Ilustrasi Politik (Sumber: Istimewa via triaskun.id)

Oleh Trias Kuncahyono, Jurnalis Harian Kompas

I
Setiap Rabu malam, kami bertemu. Sebenarnya, hari belum benar-benar malam setiap kali kami bertemu. Biasanya, kami mulai bertemu selepas maghrib dan baru berakhir sekitar pukul 22.00. Belum malam untuk ukuran waktu di kota metropolitan ini.

Selama beberapa waktu, kami sempat tidak bertemu karena pandemi Covid-19. Yah, dari pada bikin perkara, kami memilih tetap tinggal di rumah masing-masing dan berkomunikasi dengan menggunakan telepon. Kadang kami ber-video-call, atau ber-zooming kalau ingin membahas sesuatu.

Malam itu, seperti biasa kami bertemu. Sambil, minum—sejak pandemi kami membawa minuman sendiri-sendiri dari rumah: ada yang membawa wedang jahe, ada yang membawa empon-empon, ada yang kopi, ada yang seneng teh, ada juga air putih saja.

Meskipun, sebenarnya di tempat kami bertemu disediakan minuman— jajanan  dan sesekali nasi goreng atau bubur ayam.

Tidak ada agenda khusus setiap kali bertemu. Kami ngobrol. Ya, ngobrol saja,  bertukar cerita, bertukar pengalaman, bertukar kisah sehari-hari.

Yang diobrolkan beragam:  soal ekonomi, kondisi masyarakat karena covid, dan tentu politik yang biasanya sangat menarik, dengan tidak lupa beserta korupsinya.

Bicara politik, memang menarik. Kata David Runciman, profesor politik dari Cambridge University, Inggris yang membedakan satu negara dengan negara lain adalah politik. Runciman dalam bukunya Politics (2014), membandingkan antara Suriah dan Denmark.

Tujuh tahun lalu, Runciman menulis, “Jika Anda hidup di Suriah saat ini, Anda akan terjebak dalam semacam neraka: hidup menakutkan, kejam, tak terduga, miskin…..” Suriah berantakan digenggam dan dipeluk perang saudara lalu menjadi perang sektarian, perang yang melibatkan kekuatan asing—AS, Rusia, Turki, Arab Saudi, Iran, dan negara-negara Arab lainnya. Hasilnya? Negara itu hancur. Rakyatnya menderita. Jutaan orang mengungsi, ke berbagai negara, utamanya Eropa. Mungkin, kisah yang mirip dialamai Afganistan.

Tentang Denmark Runciman menulis antara lain, “Jika Anda cukup beruntung untuk tinggal di Denmark, Anda berada dalam apa yang menurut standar sejarah adalah versi surga: hidup nyaman, makmur, terlindungi dan beradab, dan itu langgeng.

Penulis : Gading Persada

Sumber : Kompas TV/triaskun.id


BERITA LAINNYA


Opini

Rabu Malam

Selasa, 21 September 2021 | 19:29 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
19:32
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19