Kompas TV nasional peristiwa

Bersedia Tanggung Jawab, Ini Alasan Irjen Napoleon Aniaya Muhammad Kece di Rutan

Selasa, 21 September 2021 | 15:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Hanya beberapa jam masuk jeruji penjara Badan Reserse Kriminal Polri pada 25 Agustus malam, tersangka penodaan agama, Muhammad Kosman alias Muhammad Kece dianiaya Irjen Napoleon Bonaparte.

Irjen Naopelon adalah terpidana kasus suap Djoko Tjandra yang juga mendekam di rumah tahanan yang sama.

Direktur Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian Jayadi, menjelaskan Napoleon dan tiga tahanan lain mendatangi Kece pada 26 Agustus dini hari dan tak cuma dipukul, muka Kece juga dilumuri kotoran.

Foto luka yang dialami Kece kemudian beredar di media sosial.

Setelah aduan penganiayaan yang dideritanya, 7 orang diperiksa penyidik, 4 diantaranya adalah penjaga tahanan Bareskrim Polri.

Empat penjaga, diakui Brigjen Andi Rian, mengalami faktor psikologis yang tertekan saat seorang berpangkat inspektur jenderal yakni Napoleon meminta para penjaga mengganti gembok sel Kece.

Selain tak terima agama Islam dihina oleh Muhammad Kece, Napoleon menilai konten yang disebarkan Kece berbahaya bagi kerukunan bangsa Indonesia.

Napoleon juga kecewa pemerintah tak menutup akses ke konten yang dibuat Kece.

“Selain itu, perbuatan Kece dan beberapa orang tertentu telah sangat membahayakan persatuan, kesatuan, dan kerukunan umat beragama di indonesia. Akhirnya, saya akan mempertanggungjawabkan semua tindakan saya terhadap Kece.. apa pun risikonya,” ujar Napoleon Bonaparte di suratnya.

Ahmad Yani, pengacara Napoleon Bonaparte, menyatakan apa yang dilakukan kliennya adalah cerminan marahnya warga atas perbuatan Muhammad Kece.

Dari kasus ini, publik ingin melihat Polri bisa menyelesaikan urusan yang terjadi di dalam institusinya yang sejauh ini telah dimulai oleh penyidik reserse dan kriminal serta penyidikan internal anggota Polri oleh divisi profesi dan pengamanan.

Penulis : Reny Mardika

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Ngopi

Nasib Anak Yang Lahir Di Penjara (4) - NGOPI

Minggu, 17 Oktober 2021 | 11:07 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
12:37
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19