Kompas TV nasional politik

Begini Reaksi Menkumham Ketika Ditanya soal Desakan Mundur

Selasa, 21 September 2021 | 14:43 WIB
begini-reaksi-menkumham-ketika-ditanya-soal-desakan-mundur
Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly sebelum pelantikan menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). (Sumber: KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO)


JAKARTA, KOMPAS TV - Tuntutan mundur disuarakan sejumlah pihak kepada Menkumham Yasonna Laoly atas insiden terbakarnya Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang, Banten, beberapa waktu lalu.

Menanggapi hal itu, Menkumham Yasonna Laoly mengaku dirinya tak terlalu mengambil pusing ihwal adanya desakan tersebut. 

Baca Juga: Komisi III Minta Kepolisian Tak Berhenti Hanya Perkarakan Sipir dalam Kebakaran Lapas Tangerang

Dirinya kini masih fokus bekerja untuk membenahi segala persoalan di lapas Indonesia. Bahkan, ia menyebut desakan itu pun tak mengganggu dirinya untuk bekerja membantu Presiden Jokowi.

"Siapa? Kita ini anteng-anteng saja," singkat Yasonna saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/9/2021).

Sebelumnya, Pakar hukum pidana Asep Iriawan menilai Menkumham harus bersikap adil, maka dirinya harus mundur.

Hal ini tak terlepas dari kewajibannya yang seharusnya membina dan menyediakan fasilitas yang layak bagi narapidana, termasuk ruang dalam lapas.

Baca Juga: Tiga Petugas Lapas Jadi Tersangka Kebakaran, Kemenkumham Serahkan Proses Hukum ke Polisi

Sebagai informasi, dalam peristiwa kebakaran Lapas Tangerang itu mengakibatkan sebanyak 49 narapidana meninggal dunia. 

Kebakaran itu diduga karena adanya korsleting listrik di dalam lapas tersebut. Salah satu penyebabnya karena bangunan tersebut tak pernah direnovasi sejak 1972.

Penulis : Fadel Prayoga | Editor : Desy Afrianti

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
17:50
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19