Kompas TV nasional update

DPR Minta Bareskrim Polri Bersikap Profesional dan Usut Tuntas Kasus Penganiayaan Muhammad Kece

Selasa, 21 September 2021 | 08:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Penyidik hari ini memeriksa 7 orang, empat di antaranya adalah penjaga tahanan Bareskrim Polri.

Pemeriksan ini mengumpulkan keterangan dan bukti untuk mengungkap kasus penganiayaan yang terjadi di Rutan Bareskrim.

Ini adalah foto tersangka penodaan Agama Muhammad Kosman alias Muhammad Kece setelah mendapat penganiayaan dari Irjen Napoleon Bonaparte.

Baca Juga: Mabes Polri: Ada Peran Ketua RT di Balik Penganiayaan Muhammad Kece oleh Irjen Napoleon

Wajah muhammad kece terlihat babak belur dan terluka.

Terlihat Muhammad Kece mengalami luka lebam di bagian sekitar wajah.

Foto ini beredar luas di media sosial.

Irjen Napoleon Bonaparte dalam surat terbukanya mengaku telah menganiaya Muhammad Kece.

Motifnya adalah tak terima agama islam dihina oleh Muhammad Kece. 

Napoleon juga menilai konten yang disebarkan Muhammad Kece di media sosial sangat berbahaya bagi keberagaman bangsa Indonesia.

“Siapa pun bisa menghina saya, tapi tidak terhadap Allah ku, Al-quran, Rasulullah SAW dan akidah Islamku. Perbuatan Kece dan beberapa orang tertentu telah sangat membahayakan persatuan, kesatuan, dan kerukunan umat beragama di Indonesia”. kata Irjen Napoleon Bonaparte dalam surat terbukanya.

Sementara itu, DPR meminta kasus penganiayaan Muhammad Kece oleh Irjen Napoleon Bonaparte bisa diusut tuntas. 

Komisi III DPR meminta Bareskrim Polri bisa profesional dalam penyelidiki kasus ini.

Sementara pengacara Napoleon Bonaparte, Ahmad Yani, dalam dialog di Kompas Petang menyatakan apa yang dilakukan kliennya merupakan cerminan marahnya warga atas perbuatan Muhammad Kece.

Oleh Kompolnas, polisi pun diminta untuk memperbaiki sistem pengawasan, agar kejadian ini tak terulang lagi di kemudian hari.  

Penulis : Dea Davina

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
07:25
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19