Kompas TV nasional hukum

Pegawai KPK yang Dipecat Tak Dapat Pesangon, Cuma Terima Tunjangan Hari Tua dan BPJS Ketenagakerjaan

Senin, 20 September 2021 | 23:34 WIB
pegawai-kpk-yang-dipecat-tak-dapat-pesangon-cuma-terima-tunjangan-hari-tua-dan-bpjs-ketenagakerjaan
Logo Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung KPK. (Sumber: KOMPAS.com/DYLAN APRIALDO RACHMAN)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi akan memecat 56 pegawainya yang gagal menjadi aparatur sipil negara (ASN) per 30 September nanti.

Pemecatan tersebut dilakukan karena mereka dinyatakan tak lolos dalam mengikuti tes wawasan kebangsaan (TWK).

Baca Juga: Anies Baswedan Pastikan Penuhi Panggilan KPK untuk Jadi Saksi Dugaan Korupsi Tanah Munjul

Adapun pemecatan 56 pegawai KPK itu diketahui lebih cepat satu bulan dari aturan sebelumnya yang termuat dalam SK Nomor 652 Tahun 2021, yakni pada 1 November 2021.

Dari 56 pegawai KPK yang dipecat, ada sejumlah nama penyidik yang dikenal publik yakni Novel Baswedan. Termasuk Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi nonaktif KPK Giri Suprapdiono.

Giri mengatakan, 56 pegawai KPK yang akan dipecat tak mendapat pesangon dan tunjangan dari tempat mereka bekerja saat ini.

Baca Juga: Sejumlah Pegawai KPK Diperiksa Inspektorat karena Mendukung Novel Baswedan Dkk

Para pegawai nonaktif, kata Giri, hanya akan mendapat tunjangan hari tua (THT) dan Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, yang selama ini mereka bayarkan dalam bentuk tabungan pegawai.

”Pemecatan tanpa ada pesangon dan tunjangan. Yang ada hanya penyerahan uang tabungan pegawai sendiri dalam bentuk THT dan iuran BPJS Ketenagakerjaan,” kata Giri dikutip dari Tribunnews.com pada Senin (20/9/2021).

Dalam SK Pimpinan KPK tentang Pemberhentian Dengan Hormat Pegawai KPK, disebutkan dalam diktum poin kedua bahwa pegawai yang dipecat akan diberikan tunjangan hari tua dan manfaat BPJS Ketenagakerjaan.

Penulis : Tito Dirhantoro | Editor : Hariyanto Kurniawan

Sumber : Tribunnews.com



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
21:25
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19