Kompas TV regional berita daerah

Soal Solusi Kemacetan Jalur Puncak, Bupati Cianjur: Sistem Ganjil Genap Bukan yang Utama

Senin, 20 September 2021 | 23:13 WIB
soal-solusi-kemacetan-jalur-puncak-bupati-cianjur-sistem-ganjil-genap-bukan-yang-utama
Ilustrasi kemacetan di Jalur Puncak, Bogor. (Sumber: Kontan.co.id)

CIANJUR, KOMPAS.TV - Pemerintah Kabupatan (Pemkab) Cianjur, Jawa Barat, menilai penerapan sistem ganjil genap memang cukup efektif untuk mengurangi kepadatan kendaraan di Jalur Puncak.

Kendati demikian, Bupati Cianjur Herman Suherman menyebut sistem ganjil genap bukan solusi utama untuk mengatasi kemacetan di wilayahnya.

Sebaliknya, Herman menyatakan bahwa solusi yang dapat mengatasi kemacetan tersebut untuk jangka waktu yang panjang adalah pembangunan Jalur Puncak II.

"Tidak ada solusi lain untuk mengurangi kemacetan di jalur Puncak, selain (Jalur) Puncak II. Itu harga mati," kata Herman dalam pertemuan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Cianjur dan Bogor, Sabtu (18/9/2021).

Baca Juga: Untuk Solusi Kemacetan Jangka Panjang, Bupati Bogor dan Cianjur Desak Bangun Jalur Puncak II

Herman mengaku, pihaknya telah menjalin komitmen dengan Pemkab Bogor terkait rencana pembangunan jalur baru itu.

"Kami sepakat (pembukaan) Jalur Puncak II harus terealisasi, dan akan terus mendorong pemerintah pusat agar bisa segera terealisasi," ungkapnya.

Karena, Herman percaya, Jalur Puncak II tidak hanya akan menjadi solusi untuk mengatasi kemacetan di jalan utama, tapi juga bisa membangkitkan potensi-potensi wisata di wilayah sekitarnya.

"Jadi, keberadaannya memang sangat strategis. Tak hanya bagi warga Cianjur tapi juga warga Bogor dan pengunjung," ujar Herman.

Baca Juga: Ganjil Genap Akhir Pekan di Jalur Puncak Berlanjut, Ini 3 Rute yang Diberlakukan Polres Bogor

Penulis : Aryo Sumbogo | Editor : Edy A. Putra

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


AIMAN

Siapa Sih, Gubernur Bakal Capres?

Senin, 25 Oktober 2021 | 04:05 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
04:14
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19