Kompas TV nasional hukum

Ini Alasan Polisi Hanya Terapkan Pasal 359 terhadap 3 Tersangka yang Mengakibatkan 49 Tahanan Tewas

Senin, 20 September 2021 | 17:07 WIB
ini-alasan-polisi-hanya-terapkan-pasal-359-terhadap-3-tersangka-yang-mengakibatkan-49-tahanan-tewas
Jenazah korban kebakaran Lapas Tangerang. (Sumber: PMJ News)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Polda Metro Jaya mengaku masih membutuhkan alat bukti untuk menjerat tiga sipir Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Tangerang dengan pasal 187 dan 188 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

Karena itu, Polda Metro Jaya baru menerapkan Pasal 359 terhadap tiga tersangka dalam kasus kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang yang menewaskan 49 tahanan.

Demikian Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat dalam keterangannya, Senin (20/9/2021).

“Proses penyidikan pemeriksaan saksi-saksi tersebut baik ahli maupun dokumen, akhirnya penyidik baru tadi pagi melaksanakan gelar perkara, yang di dalam gelar perkara ditetapkan tiga tersangka untuk pasal 359,” ujarnya.

“Untuk pasal 187, 188 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), masih dibutuhkan alat bukti lain.”

Baca Juga: Polisi Tetapkan 3 Petugas sebagai Tersangka Kebakaran Lapas Tangerang

Sebagai informasi, jika hanya Pasal 359 KUHP yang diterapkan kepada tiga tersangka dalam kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang, ancaman pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun.

Namun, jika dalam kasus ini diterapkan pasal 187 dan 188 KUHP, untuk perbuatan yang menewaskan 49 tahanan, hukumannya akan lebih tinggi.

Dalam Pasal 187 KUHP dikatakan, Barang siapa dengan sengaja menimbulkan kebakaran, ledakan atau banjir, diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun, jika karena perbuatan tersebut di atas timbul bahaya umum bagi barang.

“Dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun, jika karena perbuatan tersebut di atas timbul bahaya bagi nyawa orang lain,” demikian dikutip dari Kitab Undang-undang Hukum Pidana.

Penulis : Ninuk Cucu Suwanti | Editor : Edy A. Putra

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


KOMPAS DUNIA

Spanyol Punya 11 Kawasan Vulkanik

Minggu, 17 Oktober 2021 | 19:43 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
20:11
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19