Kompas TV nasional kesehatan

Sekam Padi Ternyata Bisa Bantu Deteksi Diagnosis Kanker Mulut

Senin, 20 September 2021 | 14:34 WIB
sekam-padi-ternyata-bisa-bantu-deteksi-diagnosis-kanker-mulut
Sekam padi bisa ternyata bisa menjadi pendeteksi diagnosis kanker mulut. (Sumber: istimewa)

YOGYAKARTA, KOMPAS.TV- Sekam padi ternyata bisa menjadi pendeteksi diagnosis kanker mulut. Inovasi ini ditemukan sekelompok mahasiswa UGM yang memanfaatkan sekam padi untuk mengembangkan Genosensor pendeteksi Mi-R21 yang berpotensi mendiagnosis kanker mulut.

Mereka adalah Tria Oktaria Rahmah (Kedokteran Gigi), Zakarias Sukma (Teknik Kimia), Dhea Umi Amalia (Kimia), dan Yohana Andina (Kedokteran Gigi). Keempat mahasiswa muda ini mengembangkan Genosensor dari sekam padi melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Kemdikbud Ristek 2021.

Menurut Yohana, pengembangan Genosensor ini berawal dari keprihatinan terhadap tingginya kematian kasus kanker mulut.

Baca Juga: Alat Deteksi Glaukoma Berbasis Kecerdasan Buatan ala Mahasiswa UGM

“Tingginya kasus kematian ini karena penderita tidak merasakan gejala pada tahap awal,” ujarnya, dalam siaran pers, Senin (20/9/2021).

Oleh karena itu, sekelompok mahasiswa UGM ini menciptakan Genosensor dari sekam padi. Genosensor yang telah berhasil mendeteksi Mi-R21 terdiri dari glukometer dan glukostrip.

Lalu dilengkapi Propylamine Mesoporous Silica Nanoparticle berukuran 311 nanometer yang dihasilkan dari sekam padi.

Mahasiswa UGM ini juga menyebutkan Mi-RNA21 memiliki level yang cukup tinggi pada penderita kanker mulut awal. Hal ini potensial untuk membedakan orang yang terkena kanker mulut dengan yang tidak meski tanpa gejala.

Baca Juga: Tempat Sampah Penghancur Masker Medis Berbasis Mikroba ala Mahasiswa UGM

“Dengan deteksi dini diharapkan pengobatan bisa segera dilakukan guna menurunkan risiko kematian,” ucapnya.

Penulis : Switzy Sabandar | Editor : Desy Afrianti

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
20:34
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19