Kompas TV nasional hukum

Calon Hakim Agung Dwiarso Ngaku Pernah Dapat Tekanan dari Penguasa

Senin, 20 September 2021 | 13:34 WIB
calon-hakim-agung-dwiarso-ngaku-pernah-dapat-tekanan-dari-penguasa
Calon Hakim Agung Dwiarso Budi Santoso (Sumber: Tangkapan layar Youtube DPR RI.)

JAKARTA, KOMPAS TV - Calon Hakim Agung Dwiarso Budi Santoso mengaku dirinya pernah mendapatkan tekanan dari penguasa saat menangani sebuah kasus. Namun, ia tak menjelaskan secara rinci ihwal jenis kasus dan waktu kejadiannya tersebut. 

"Yang namanya tekanan itu bisa bermacam-macam. Ada yang dari kekuasaan. Ada tekanan itu kekerasan, ada telpon," kata Dwiarso saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR, Jakarta, Senin (20/9/2021). 

Baca Juga: 11 Calon Hakim Agung Jalani Uji Kelayakan di Komisi III DPR Hari Ini

Ia menyatakan, tekanan itu terkadang membuat dirinya merasa terintervensi di saat memutuskan vonis sebuah kasus. 

"Mau siapapun itu manusianya mempunyai juga rasa takut. Tapi rasa takut itu tidak boleh menjadikan kita tidak adil," ujarnya. 

Menurut dia, bila seorang hakim takut akan tekanan yang dialami, sebaiknya yang bersangkutan segera mengundurkan diri. Sebab, bila dia tetap menjalani karier sebagai penegak hukum, maka akan membuat lembaga peradilan Indonesia semakin tercoreng. 

"Kalau rasa takut itu menjadikan kita tidak adil, mending kita jangan jadi hakim. Begitu juga kalau kita bisa diintervensi oleh pimpinan," ujarnya. 

Ia menjelaskan, tiga tugas pokok seorang hakim itu hanya tiga, yaitu, menerima, memeriksa dan memutus sebuah perkara. 

"Karena tugas hakim itu menerima, memeriksa dan memutus perkara, tidak ada tuga hakim itu meminta dan menolak perkara," ujarnya. 

Baca Juga: Cari Calon Hakim Agung Berintegritas, KY Libatkan KPK

Penulis : Fadel Prayoga | Editor : Desy Afrianti

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
11:28
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19