Kompas TV nasional peristiwa

Anggota Komisi III DPR: Pegawai KPK Korban TWK Semestinya Diberi Kesempatan

Senin, 20 September 2021 | 13:14 WIB
anggota-komisi-iii-dpr-pegawai-kpk-korban-twk-semestinya-diberi-kesempatan
Arsul Sani Wakil Ketua Umum PPP yang juga Anggota Komisi III DPR RI (Sumber: Tribunnews.com)

JAKARTA, KOMPAS.TV – Anggota Komisi III DPR Arsul Sani menilai pemberhentian 56 pegawai KPK karena tak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) merupakan kebijakan yang “tidak pas”. Menurut Arsul, semua pegawai yang tidak lolos TWK seharusnya diberi kesempatan yang sama.

“Mestinya diberi kesempatan semua,” tegas Arsul, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (20/9).

Hal yang menurut Arsul tidak pas ialah KPK hanya memberikan kesempatan kepada 24 pegawai dari 75 pegawai yang tidak lolos TWK.

Baca Juga: KPK Diminta Laksanakan Rekomendasi Ombudsman Terkait Maladministrasi TWK

Seperti diketahui, ada 75 pegawai yang dinyatakan tidak lolos TWK. Pasca pernyataan Presiden Joko Widodo yang meminta TWK tidak merugikan kepentingan para pegawai, KPK kemudian memberi kesempatan kembali kepada sebanyak 24 pegawai.

KPK ketika itu menyatakan bahwa 24 pegawai tersebut, masih bisa dibina.

Namun menurut Arsul Sani seharusnya bukan hanya 24 pegawai, tetapi 51 pegawai yang lain pun diberi kesempatan yang sama.

Baca Juga: Pegawai Korban TWK Buka Kantor Darurat Depan Gedung KPK

“Kalau ditanya bagaimana sikap kami di DPR, hemat kami mestinya kalau ada TWK itu lalu ada yang tidak memenuhi syarat, tapi masih diberi kesempatan,  proses semuanya,” ujar Politikus Partai Persatuan Pembangunan ini. 

Sikap KPK mengelompokan sejumlah pegawai dalam kategori masih bisa dibina dan tidak, adalah hal yang tidak  pas.

Penulis : Vidi Batlolone | Editor : Iman Firdaus

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
06:30
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19