Kompas TV nasional hukum

Setahun Terakhir, Hakim dan Pejabat Peradilan yang Terkena Hukuman Disiplin Meningkat

Senin, 20 September 2021 | 12:39 WIB
setahun-terakhir-hakim-dan-pejabat-peradilan-yang-terkena-hukuman-disiplin-meningkat
Calon Hakim Agung Dwiarso Budi Santoso (Sumber: Tangkapan layar Youtube DPR RI.)

JAKARTA, KOMPAS TV - Calon Hakim Agung Dwiarso Budi Santoso menjelaskan, terjadi fenomena pelanggaran disiplin yang meningkat dari para hakim dan sejumlah pejabat peradilan lainnya dalam setahun terakhir. 

Ia merinci, berdasarkan catatan Badan Pengawas Mahkamah Agung, yang mana selama tahun 2020 terjadi 160 pelanggaran disiplin hakim dan pejabat peradilan. Namun, kini tercatat di Agustus 2021 saja sudah mencapai 180 pelanggaran. 

Baca Juga: 11 Calon Hakim Agung Jalani Uji Kelayakan di Komisi III DPR Hari Ini

"Hakim dan pejabat peradilan yang terkena hukuman disiplin ini semakin meningkat, semakin banyak karena kalau tahun kemarin itu setahun sekita 160. Ini sampai agustus kemarin 180 lebih," kata Dwiarso saat menjalani fit and proper tes di Komisi III, Jakarta, Senin (20/9/2021). 

Ia mengaku belum melakukan penelitian ihwal penyebab semakin banyaknya aparat peradilan yang banyak terkena kasus ini. 

Menurut dia, ada dua penyebab, yaitu aparat yang kian nakal di tengah pandemi Covid-19 ini atau memang badan pengawas yang semakain aktif bekerja. 

"Kami belum mengadakan penelitian apakah aparat semakin nakal? atau badan pengawasan yang semakin aktif untuk melakukan pengawasan," ujarnya. 

Baca Juga: DPR Akan Uji Kelayakan 11 Nama Calon Hakim Agung Secara Terbuka

Ia berharap kepada seluruh aparat peradilan untuk segera mengakhiri praktek-praktek kotor tersebut. Karena, untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat, maka setiap hakim dan lainnya harus memiliki integritas yang tinggi.

"Kami tidak bisa memberikan gambaran, tapi faktanya ada peningkatan jumlah disiplin," katanya.

Penulis : Fadel Prayoga | Editor : Purwanto

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
11:34
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19