Kompas TV nasional peristiwa

Pengakuan Saksi Mata Yang Sempat Naik Kapal Pengayoman Namun Turun Lagi Karena Hal Ini!!

Jumat, 17 September 2021 | 21:39 WIB

CILACAP, KOMPAS.TV – Kapal Pengayoman IV milik Kementerian Hukum dan Ham tenggelam di perairan Nusa Kambangan, Cilacap, Jawa Tengah pada Jumat (17/9/2021).

Hal itu disampaikan Kepala Bagian Humas Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Tubagus Erif Faturahman.

"Terkait informasi beredar bahwa kapal Pengayoman IV tenggelam di Nusakambangan, adalah benar," kata Bagus dalam keterangan pers, Jumat seperti yang dilansir dari Kompas.com

Kapal Pengayoman IV tersebut biasa digunakan untuk membawa pejabat dan petugas Lapas menyeberang dari Cilacap menuju Nusa Kambangan.

Baca Juga: Detik-Detik Tenggelamnya Kapal Pengayoman IV Milik Kemenkumham di Perairan Nusa Kambangan

Menurut pengakuan salah seorang saksi mata Muhammad Rouf, kapal tersebut mengalami kelebihan beban.

Ia sendiri mengaku sempat naik kapal tersebut, namun turun lagi karena kapal tersebut miring dan kelebihan muatan.

“Posisi perahu itu sudah miring karena kebanyakan beban. Posisi truknya yang dua di depan. Posisi truknya ada tiga, yang dua di depan. Ada sepeda motor kalau tidak salah 25, tapi yang 10 motor tidak jadi naik”, ungkap Rouf saat diwawancara Kompas TV (17/9).

“ Saya sempat naik, terus turun lagi. Perahunya ndak enak, rasanya kapal itu sudah miring banget”, tambahnya.

Kapal Pengayoman IV tersebut berangkat dari dermaga Wijayapura menuju dermaga Sodong mengangkut dua truk proyek dan beberapa petugas pukul 09.00 WIB.

Saat berada di tengah perjalanan, kapal tersebut terlihat oleng saat terjadinya angin kencang dan ombak yang besar.

"Kapal pengayoman tenggelam dan terbawa arus menuju ke tengah selat," ucap Bagus.

 

Penulis : Abdur Rahim

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
16:51
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19