Kompas TV nasional politik

Peneliti Formappi: Anggota DPR Harus Contoh Krisdayanti yang Terbuka soal Gaji dan Tunjangan

Jumat, 17 September 2021 | 21:16 WIB
peneliti-formappi-anggota-dpr-harus-contoh-krisdayanti-yang-terbuka-soal-gaji-dan-tunjangan
Anggota DPR RI Krisdayanti (Sumber: Instagram/@krisdayantilemos)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) mengapresiasi keberanian anggota DPR RI Krisdayanti yang terbuka soal penghasilan dan tunjangan yang diterimanya sebagai wakil rakyat. Semestinya, keberanian Krisdayanti ditiru anggota DPR lainnya sebagai bentuk keterbukaan kepada rakyat.

“Apa yang dilakukan Krisdayanti mestinya menjadi contoh bagi wakil rakyat atau anggota DPR yang lain. Mereka harus akuntabel, terbuka terkait angggaran yang mereka pergunakan,” kata peneliti Formappi Lucius Karus, kepada Kompas TV, Jumat (17/9/2021).

Selama ini, kata Lucis, belum pernah ada anggota DPR seperti Krisdayanti yang terbuka dan blak-blakan soal gaji dan tunjangan yang diterima.

Baca Juga: Blak-blakan, Krisdayanti Ngaku Gelontorkan Rp3 Miliar untuk Nyaleg

“Mereka mungkin merasa gaji dan tunjangan seperti aib yang kalau dibuka pasti menghebohkan publik,” kata Lucius.

Padahal, menurut Lucius, sebagai wakil rakyat dan pejabat negara, keterbukaan soal uang dan penggunaannya, sangat penting.

“Uang itu milik rakyat, karenanya harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat jumlah dan peruntukannya,” tegasnya.

Baca Juga: Heboh Gaji Anggota DPR Krisdayanti, Sufmi Dasco Buka Suara

Dia mengatakan, ketertutupan anggota DPR soal penghasilan justru membuat uang rakyat yang mereka terima menjadi rentan disalahgunakan.

Apalagi, disebutkan Lucius, pelaporan tunjangan reses dan tunjangan lainnya dilakukan secara lump sum atau dibayarkan sekaligus dalam satu waktu. Tidak ada kewajiban anggota DPR untuk mempertanggungjawabkan penggunaannya secara rinci kepada negara.

Penulis : Vidi Batlolone | Editor : Vyara Lestari

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
19:45
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19