Kompas TV nasional kriminal

Polisi Ungkap Jaringan Narkoba Home Industry di Jakarta dan Bandung

Jumat, 17 September 2021 | 18:43 WIB
polisi-ungkap-jaringan-narkoba-home-industry-di-jakarta-dan-bandung
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus. (Sumber: Kompas.com)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Polda Metro Jaya mengungkap jaringan narkoba home industry yang memproduksi ganja sintetis (gorila) lintas provinsi. Jaringan itu berproduksi di dua apartemen di Jakarta dan Bandung.

"Direktorat Reserse Narboba Polda Metro Jaya berhasil mengungkap dua jaringan narkoba home industry ganja jenis sintetis atau biasa disebut gorila. Jaringan ini ditangkap di Jakarta dan Bandung," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (17/9/2021).

Dari pengungkapan kasus ini, polisi mengamankan 6 orang tersangka beserta barang bukti 157 kilogram ganja sintesis beserta alat produksi.

Adapun keenam tersangka yang diamankan adalah P, AEP, GBS, ES, GR, dan FR.

Baca juga: Anggota Komisi III Minta Pengguna Narkoba Tak Dijebloskan ke Penjara, Revisi UU Akan Dikebut

Dalam kronologi penangkapan, tersangka P ditangkap saat hendak melakukan pengiriman gorila sebanyak 400 gram.

Saat dilakukan penggeledahan di apartemennya di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, polisi kembali mengamankan barang bukti tembakau gorila sebanyak 4 kg.

Polisi lalu melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan kerabat P, yakni AEP, yang berperan sebagai kurir.

Dari AEP, polisi menemukan barang bukti ratusan kilogram tembakau gorila.

"Dari tangan AEP diamankan 153 kg tembakau sintetis. Kemudian digeledah di apartemennya, ditemukan bahan baku untuk pembuatan ganja sintentis," kata Yusri.

Penulis : Baitur Rohman | Editor : Hariyanto Kurniawan

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Peristiwa

Tiga Orang Meninggal Akibat Gempa Bali

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 11:46 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
11:56
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19