Kompas TV regional wisata

Taman Margasatwa Ragunan Belum Dibuka untuk Umum, Pengelola Masih Tunggu Instruksi Pemprov DKI

Jumat, 17 September 2021 | 10:44 WIB
taman-margasatwa-ragunan-belum-dibuka-untuk-umum-pengelola-masih-tunggu-instruksi-pemprov-dki
 Pembukaan kembali Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, masih menunggu instruksi dari Pemprov DKI Jakarta  (Sumber: KOMPAS.COM/WALDA MARISON)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Taman Margasatwa Ragunan Jakarta Selatan hingga kini belum dibuka untuk pengunjung seperti beberapa tempat wisata di Ibu Kota lainnya. 

Penutupan sementara Taman Margasatwa Ragunan sendiri sudah dilakukan sejak 22 Juni 2021 lalu.

Staf Pelayanan dan Hubungan Masyarakat (Humas) Taman Margasatwa Ragunan Wahyudi Bambang mengungkapkan pembukaan kembali kebun binatang tersebut masih menunggu Instruksi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Di sisi lain, Bambang menuturkan pihaknya sudah siap apabila ada instruksi dari pemerintah daerah untuk melakukan uji coba pembukaan kembali lokasi yang akrab disebut Kebun Binatang Ragunan ini.

"Kalau ada instruksi kita sudah siap sebenarnya," kata Bambang dilansir dari ANTARA, Jumat (17/2021). 

Lebih lanjut, dia menjelaskan, kesiapan yang dimaksud adalah penerapan penggunaan aplikasi PeduliLindungi untuk mencegah penularan Covid-19.

Pihaknya, kata dia, telah menyiapkan barcode untuk skrining syarat vaksinasi melalui aplikasi PeduliLindungi dan sarana pendukung lainnya.

"Kan syaratnya itu barcode ya, sertifikat vaksin. Setiap orang yang punya, sudah divaksin bisa menunjukkan dengan PeduliLindungi," ujarnya.

Baca Juga: Uji Coba Pembukaan Tempat Wisata Jakarta dari Ancol, TMII, dan Setu Babakan Diizinkan Beroperasi

Meski demikian, dia mengaku belum dapat memastikan kapan rencana Ragunan akan dibuka kembali.

"Kalau memang sudah ada perintah untuk dibuka, ya kita akan siapkan pintu-pintu yang seperti biasa untuk beroperasi," kata Bambang menegaskan. 

Sementara itu, Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) Industri Pariwisata Disparekraf DKI Jakarta Iffan menyebutkan bahwa untuk kriteria pembukaan tempat wisata ditentukan oleh kebijakan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). 

Yakni melalui Surat Edaran Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf Nomor SE/8/IL.04.00/DII/2021 tentang Panduan penggunaan Aplikasi Pedulilindungi dan penerapan protokol kesehatan pada uji coba pembukaan usaha pariwisata taman rekreasi di daerah dengan PPKM Level 3 di DKI, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur.

Penulis : Isnaya Helmi | Editor : Edy A. Putra

Sumber : Kompas TV/ANTARA


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
11:29
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19