Kompas TV regional hukum

Sidang Perdana Kasus Sate Sianida Bantul, Penasihat Hukum Nani Keberatan Pasal Ini

Kamis, 16 September 2021 | 18:00 WIB
sidang-perdana-kasus-sate-sianida-bantul-penasihat-hukum-nani-keberatan-pasal-ini
Tersangka kasus sate sianida, Nani Apriliani, menangis selama mengikuti rekonstruksi adegan di Mapolres Bantul, Senin (7/6/2021). (Sumber: Switzy Sabandar/KOMPAS.TV)

YOGYAKARTA, KOMPAS.TV -  Nani Apriliani menjadi terdakwa dan menjalani persidangan secara daring atas kasus sate sianida yang menewaskan anak ojek online (ojol) di Bantul, Kamis (15/6/2021). Ia menjalani persidangan daring dari Rutan Wonosari Gunungkidul, Yogyakarta. 

Sidang daring digelar dari ruang sidang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Bantul dipimpin Hakim Ketua Aminuddin. Agenda sidang perdana ini adalah pembacaan dakwaan oleh jaksa penuntut umum (JPU) Sulisyadi, Ahmad Ali Fikri, Nur Hadi Yutama, dan Meladissa Arwasari yang juga menghadiri sidang secara daring dari kantor Kejaksaan Negeri Bantul.

JPU Sulisyadi mendakwa dengan pasal berlapis, dari 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, kedua subsider Pasal 338 KUHP,  ketiga subsider Pasal 353 ayat 3 KUHP.

Baca Juga: Berkas Kasus Sate Sianida Bantul Dilimpahkan ke Kejari, Ini Rencana Jadwal Sidangnya

Kemudian lebih subsider Pasal 351 KUHP atau kedua Pasal 80 ayat 3 Juncto Pasal 78C Undang-Undang RI Nomor 35 tentang perubahan Undang-Undang 23 2002 tentang perlindungan anak atau ketiga Pasal 359 KUHP.

Ancaman hukuman dari sejumlah pasal tersebut yakni maksimal hukuman mati, seumur hidup, atau 20 tahun penjara.

Penasihat hukum terdakwa, Wanda Satria Atmaja, akan mengajukan eksepsi keberatan. Eksepsi keberatan itu ditujukan untuk Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

Ia menilai pembunuhan berencana terjadi jika sasarannya jelas dan sasarannya meninggal dunia.

“Namun di sini Tomy tidak meninggal dunia,” ujarnya seusai sidang.

Wanda dan  tim akan mencermati kombinasi pasal yang didakwakan JPU sekali pun ia tidak menampik dakwaan menyulitkannya untuk melakukan pembelaan. Ia berencana membuka semuanya di persidangan.

Penulis : Switzy Sabandar | Editor : Fadhilah

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
17:07
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19