Kompas TV nasional hukum

Pengamat soal KPK Periode Ini: Indonesia Patut Pesimistis

Kamis, 16 September 2021 | 10:54 WIB
pengamat-soal-kpk-periode-ini-indonesia-patut-pesimistis
Lima pimpinan KPK periode 2019-2023 berfoto bersama dalam acara sertijab pimpinan KPK, Jumat (20/12/2019). (Sumber: KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D)

JAKARTA, KOMPAS.TV- Ketua Pukat Universitas Gadjah Mada Totok Dwi Diantoro mengatakan, Indonesia patut pesimistis dengan situasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode kepemimpinan Firli Bahuri.

“Rasanya kita patut pesimistis memang dengan situasi seperti ini dan melihat kondisi lagi-lagi KPK saat ini betul-betul membuat kita tidak punya harapan,” ujar Totok Dwi Diantoro, Kamis (16/9/2021).

“Bahkan dalam beberapa hal kita sudah sampai pada pemikiran KPK ini harus dirombak, terutama pada era pimpinan yang ada saat ini ya.”

Tidak hanya itu, Totok menuturkan dengan kondisi KPK saat ini bahkan ada gagasan ekstrem agar KPK dibubarkan saja.

“Karena justru akan ada potensi ini semakin memperburuk saja. Mimpi atau cita-cita reformasi yang kita bangun tahun 98 seolah-olah akan rubuh dengan pimpinan KPK saat ini,” kata Totok.

Baca Juga: ICW soal Azis Syamsuddin Belum Tersangka: KPK Lebih Banyak Kompromi

Dalam cermat Totok, KPK memang kerap melakukan pola yang berbeda ketika menyikapi kasus korupsi yang melibatkan petinggi partai politik.

“Bisa jadi sebenarnya tidak akan seperti ini kasusnya, manakala penyidik KPK itu punya integritas dan disiplin yang tinggi,” ujar Totok.

Sementara itu, Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Adnan Topan Husodo mengatakan masyarakat perlu lebih realistis melihat situasi terbaru di KPK.

“Jangan sampai juga kita terlalu tinggi ekspektasinya tapi kemudian dalam kenyataannya di KPK tidak terjawab,” kata Adnan.

Penulis : Ninuk Cucu Suwanti | Editor : Iman Firdaus

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
07:40
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19