Kompas TV regional kriminal

Fakta Perkelahian Antar Tetangga Berujung Maut di Bantul, Pelaku Pernah Dirawat di RSJ

Rabu, 15 September 2021 | 19:53 WIB
fakta-perkelahian-antar-tetangga-berujung-maut-di-bantul-pelaku-pernah-dirawat-di-rsj
Ilustrasi perkelahian antar tetangga yang berujung maut di Bantul. (Sumber: Tribunnews)

YOGYAKARTA, KOMPAS.TV - Nur Hadi, warga Pelemsewu, ditetapkan Satreskrim Polres Bantul menjadi tersangka perkelahian antar tetangga yang berujung maut, Rabu (15/9/2021). Perkelahian antar tetangga yang menyebabkan Bratomo (59) tewas itu terjadi pada Selasa (14/9/2021) malam.

Menurut Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ngadi, sebelum kejadian, Nur Hadi mendatangi Bratomo yang berada di rumah. Tiba-tiba, Nur Hadi membalurkan nasi yang ada di ruang menonton televisi ke kepala dan badannya sendiri.

“Pelaku juga membalurkan nasi ke tubuh korban yang hendak ke kamar mandi,” ujarnya.

Baca Juga: Detik-Detik Perkelahian Antar Tetangga di  Sewon Bantul Berujung Maut

Bratomo pun marah dan mengambil gagang cangkul untuk memukul Nur Hadi. Namun, gagang cangkul direbut Nur Hadi.

Perkelahian pun terjadi dan berujung Bratomo tewas di tangan tetangganya itu.

“Kami masih mendalami  motif pelaku, termasuk keterangan warga yang bilang pelaku sempat dirawat di RS Ghrasia beberapa bulan lalu,” ucapnya, merujuk pada rumah sakit jiwa yang terletak di kawasan Pakem, Sleman, Yogyakarta.

Baca Juga: Viral! Perkelahian Remaja Putri di Tempat Wisata

Perkelahian antar tetangga di Bantul yang berujung maut ini membuat Nur Hadi dijerat pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun. Nur Hadi juga dijerat dengan pasal 351 ayat 1 tentang penganiayaan dengan ancaman 7 tahun penjara.

Penulis : Switzy Sabandar | Editor : Vyara Lestari

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
13:16
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19