Kompas TV nasional peristiwa

Hari Ini Komnas HAM Panggil KPI Usut Kasus Dugaan Perundungan dan Pelecehan

Rabu, 15 September 2021 | 05:15 WIB
hari-ini-komnas-ham-panggil-kpi-usut-kasus-dugaan-perundungan-dan-pelecehan
Gedung Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). (Sumber: TRIBUNNEWS/Rizki Sandi Saputra)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) akan memanggil Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) hari ini, Rabu (15/9/2021).

Hal tersebut menyusul ramainya kasus dugaan perundungan dan pelecehan seksual yang melibatkan pegawai KPI.

Komisioner Komnas HAM Beka Ulung mengatakan, pemanggilan tersebut bertujuan untuk meminta keterangan dari pihak KPI. Mulai dari kronologi kejadian hingga hasil investigasi internal yang sudah dilakukan.

"(Keterangan) terkait kronologi peristiwa versi KPI, upaya (investigasi) yang sudah dijalankan, serta langkah-langkah ke depan akan menjadi materi yang ditanyakan," kata Beka kepada awak media, Selasa (14/9/2021).

Beka menuturkan, pertemuan hari ini juga bakal dihadiri oleh pihak kepolisian, dalam hal ini Polres Metro Jakarta Pusat yang juga masih menyelidiki kasus tersebut.

Baca Juga: Masih Diselidiki, Berikut Perkembangan Kasus Dugaan Perundungan dan Pelecehan di KPI

Nantinya, setelah mendapat keterangan dari KPI, Komnas HAM juga akan melakukan penggalian informasi dari Polres Metro Jakarta Pusat.

Adapun sebelumnya, dugaan perundungan dan pelecehan seksual itu dialami pegawai KPI berinisial MS.

Korban MS pada Senin (13/9/2021) telah menjalani pemeriksaan selama kurang lebih tiga jam atas laporannya di Polsek Gambir. Kasusnya sendiri berlangsung pada 2019 dan 2020 lalu.

Usai pemeriksaan itu, Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Setyo Koes Heriyanto mengatakan bahwa pihaknya masih terus menyelidiki kasus tersebut.

Penulis : Aryo Sumbogo | Editor : Fadhilah

Sumber : Kompas TV




BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
05:18
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19