Kompas TV nasional update corona

Ingat! Tetap Waspada dan Jangan Terjebak Euforia Penurunan Kasus Covid-19

Selasa, 14 September 2021 | 10:45 WIB

KOMPAS.TV - Situasi pandemi covid-19 di Tanah Air, semakin menunjukkan penurunan jumlah kasus harian terutama dalam 2 pekan terakhir.

Dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR pada hari Senin (13/9), Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, menyatakan keyakinannya jumlah kasus positif, rawat inap maupun kasus kematian, sudah menurun dan akan semakin membaik hingga level 1, berdasarkan 6 indikator yang disyaratkan oleh WHO.

Termasuk pula yang turun yakni angka penularan di bawah ambang batas WHO sebesar 5 persen.

Dari data Satgas Covid-19, jumlah kasus positif pada Senin 13 September 2021, tercatat bertambah 2.577 kasus, menjadi total: 4.170.088, dengan jumlah kasus aktif sebanyak 99.696 kasus.

Senin malam (13/9), pemerintah memutuskan kembali melanjutkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2 hingga 4 di Jawa dan Bali, hingga 20 September mendatang.

Perpanjangan PPKM kali ini juga disertai pelonggaran sejumlah sektor antara lain pembukaan bioskop di zona hijau.

Meskipun tren kasus covid-19 menurun dan diiringi penurunan level PPKM di daerah, Sosiolog Bencana Sulfikar Amir mengingatkan potensi bahaya gelombang ketiga pandemi, jika semua pihak tidak berhati-hati.

 Seiring melandainya kasus covid-19 di Indonesia, kegiatan masyarakat di berbagai daerah tampak semakin longgar.

Malah tak jarang, aktivitas warga mulai mengabaikan protokol kesehatan.

Euforia atas situasi pandemi yang membaik, menyimpan potensi bahaya.

Sebab jika lengah dan pandemi menjadi tak terkendali, ancaman gelombang ketiga bisa datang sewaktu-waktu.

Mengapa kita tidak boleh euforia menyikapi tren ini?

Apa kaitannya dengan potensi ancaman gelombang ketiga?

Kami akan membahasnya bersama Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, P2PML Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, Kepala Bidang Komunikasi Publik Satgas Covid-19, Hery Trianto, dan Epidemiolog dari Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko Wahyono.
 

Penulis : Anjani Nur Permatasari

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
17:30
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19