Kompas TV nasional hukum

Penindakan Kasus Korupsi Jauh dari Target, ICW Beri Nilai E untuk Polri

Minggu, 12 September 2021 | 19:04 WIB
penindakan-kasus-korupsi-jauh-dari-target-icw-beri-nilai-e-untuk-polri
Kepolisian dalam penindakan kasus korupsi selama semester pertama tahun 2021 diberi nilai E oleh Indonesia Corruption Watch (ICW), Minggu (12/9/2021). (Sumber: Kompastv/Ant)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Indonesia Corruption Watch (ICW) memberikan nilai E atau sangat buruk terhadap kinerja Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam penindakan kasus korupsi selama semester pertama tahun 2021.

Nilai tersebut muncul lantaran kepolisian hanya menangani 45 kasus pada semester pertama, sementara total target penindakan pada tahun 2021 sebanyak 763 kasus dengan total anggaran Rp290,6 miliar.

Hal ini disayangkan sebab kepolisian memiliki 517 kantor cabang di seluruh Indonesia.

“Dengan sumber daya melimpah dari sisi anggaran ketimbang kejaksaan dan KPK, kinerja kepolisian justru lebih buruk,” kata peneliti ICW Lalola Easter dalam konferensi pers secara daring, Minggu (12/9/2021).

Perlu diketahui, kategori nilai yang diberikan ICW berdasar pada jumlah penindakan kasus yang terpantau dibagi target penindakan kasus, lalu dikali 100 persen.

Kemudian, persentase kasus tersebut akan diberikan peringkat sebagaimana kategori yang sudah ditetapkan ICW.

Kategori penilaian kinerja aparat penegak hukum yang diberikan ICW berdasar pada persentase kasus sebagai berikut kategori A atau sangat baik memiliki persentase 81-100.

Lalu, kategori B atau baik memiliki persentase 61-80, kategori C atau cukup 41-80, kategori D atau buruk 21-40, dan kategori E sangat buruk dari 0-20.

Minimnya pencapaian kepolisian dalam menindak kasus korupsi di Indonesia dalam satu semester ini bahkan terlihat dari belum berhasilnya polisi menindak aktor kejahatan strategis.

Baca Juga: ICW Beri Nilai D untuk Kinerja KPK Selama Januari-Juni 2021

Penulis : Nurul Fitriana | Editor : Iman Firdaus

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
10:06
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19