Kompas TV nasional peristiwa

Hasil Olah TKP, Polisi Temukan Unsur Pidana dari Kebakaran Lapas Kelas I Tangerang

Sabtu, 11 September 2021 | 13:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV -  Polisi menemukan unsur pidana dari kebakaran Lapas Tangerang yang terjadi Rabu, pukul 02.00 WIB dini pada 8 September lalu.

Setelah melakukan gelar perkara, dari hasil olah TKP di lokasi kebakaran, yang menghadirkan sejumlah saksi, polisi menduga ada faktor kelalaian manusia.

Baca Juga: Lapas Terbakar, Pengamat: Menkumham Harus Mundur!

Sementara itu, hingga Jumat (10/09) kemarin, lima jenazah korban kebakaran Lapas Tangerang, telah teridentifikasi di RS Polri Said Sukanto, Kramat jati.

Namun baru satu diantaranya, yang telah diserahkan ke pihak keluarga, yakni jenazah atas nama Rudi.

Pihak Kemenkumham memberikan dana santunan, sebesar Rp36 juta, terdiri dari biaya pemakaman Rp6 juta, dan uang duka Rp30 juta.

Tim Disaster Victim Identification, DVI Polri, mengakui, identifikasi jenazah 41 korban kebakaran lapas, tidak mudah, karena ketidak lengkapan data antemortem, dan post mortem.

Hingga Jumat (10/09), empat dari lima jenazah korban yang teridentifikasi dikenali, berdasarkan sidik jari dan rekam medis.

Baca Juga: Kecurigaan Keluarga Korban Kebakaran Lapas Tangerang: Tembok Bangunan Beton, tapi 1 Jam Hangus

Tim DVI Polri pun, membutuhkan sampel DNA dari keluarga, untuk dicocokkan dengan sampel DNA para korban.

Polisi juga sudah menerima 35 data, 31 di antaranya disertai sampel DNA keluarga.

Hingga Jumat kemarin, jumlah korban tewas akibat kebakaran Lapas Kelas I Tangerang, bertambah 3 menjadi 44 orang.

Tiga korban lainnya, meninggal dunia setelah sempat dirawat di RSUD Tangerang, karena terluka parah, sementara 7 orang lainnya, masih dirawat intensif.

Penulis : Dea Davina

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
13:24
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19