Kompas TV internasional kompas dunia

Cegah Aborsi, Pemerintah Prancis akan Gratiskan Kontrasepsi

Jumat, 10 September 2021 | 21:56 WIB
cegah-aborsi-pemerintah-prancis-akan-gratiskan-kontrasepsi
Ilustrasi aborsi. (Sumber: KOMPAS.COM/THINKSTOCK)

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim | Editor : Vyara Lestari

PARIS, KOMPAS.TV - Pemerintah Prancis berencana menggratiskan kontrasepsi bagi perempuan berusia kurang dari 25 tahun mulai tahun depan. Hal tersebut diungkapkan Menteri Kesehatan Prancis, Olivier Veran dalam wawancara dengan France 2.

Veran mengungkapkan bahwa perempuan di bawah 25 tahun tidak akan dikenai biaya konsultasi medis, tes, atau prosedur medis apa pun terkait pencegahan kehamilan.

“Program ini akan mencakup kontrasepsi hormonal, tes biologis yang menyertainya, resep obat untuk kontrasepsi, dan semua layanan kesehatan yang terkait kontrasepsi untuk warga berusia 25 tahun ke bawah,” kata Veran kepada France 2 sebagaimana dikutip The Guardian.

Veran mengungkapkan bahwa penggunaan kontrasepsi oleh perempuan muda Prancis mengalami penurunan. Alasannya, kontrasepsi terlalu mahal.

Baca Juga: Cara Pilih Alat Kontrasepsi yang Tepat Untuk Keluarga Sehat

“Tidak bisa diterima bahwa perempuan tidak bisa melindungi dirinya sendiri, tidak bisa mengakses kontrasepsi karena tidak mampu membayarnya,” imbuh menteri berusia 41 tahun tersebut.

Pemerintah Prancis punya alasan tersendiri membatasi program ini hingga usia 25 tahun. Kata Veran, pada usia tersebut warga sudah lebih mandiri dan tidak ditanggung oleh asuransi kesehatan orang tuanya.

Berdasarkan studi, kata Veran, banyak perempuan yang meninggalkan kontrasepsi ketika memasuki kelompok usia tersebut.

Prancis sendiri telah menggratiskan kontrasepsi bagi perempuan berusia 18 tahun ke bawah. Kebijakan itu dikenalkan pada 2013 untuk kelompok usia 15-18 tahun dan 2020 untuk kelompok usia di bawah 15 tahun. Kebijakan ini disebut membuat angka aborsi menurun.

Tahun lalu, pemerintah Prancis mengumumkan bahwa hampir 1.000 gadis berusia antara 12-14 tahun hamil dan 770 di antaranya berujung aborsi.

Sejak kontrasepsi gratis diberikan kepada gadis berusia 15-18 tahun, tingkat aborsi di kelompok usia tersebut berkurang dari 9,5 aborsi per 1.000 kehamilan pada 2012 menjadi enam per 1.000 kehamilan pada 2018.

Baca Juga: Mahkamah Agung Meksiko Memutuskan Bahwa Aborsi Bukanlah Kejahatan

 


Sumber : Kompas TV

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by



BERITA LAINNYA


Close Ads x