Kompas TV nasional agama

Perusak Masjid Ahmadiyah Anak-Anak, Dosen Agama Islam UI: Islam Melarang Ajarkan Anak Kekerasan

Kamis, 9 September 2021 | 19:46 WIB
perusak-masjid-ahmadiyah-anak-anak-dosen-agama-islam-ui-islam-melarang-ajarkan-anak-kekerasan
Sejumlah massa mendatangi jemaah Ahmadiyah di Desa Balai Harapan, Kecamatan Tempunak, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar), Jumat (3/9/2021) siang. Kepala Bidang Humas Polda Kalbar Kombes Pol Donny Charles Go mengatakan, bangunan masjid mengalami kerusakan karena dilempar dan bangunan belakang masjid dibakar massa. (Sumber: istimewa via Kompas.com)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Salah satu tersangka kasus perusakan masjid Ahmadiyah di Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar), ternyata anak di bawah umur.

Hal itu terungkap dari penanganan kasus yang dilakukan Polda Kalbar pasca peristiwa yang terjadi pada Jumat (3/9/2021) lalu.

"Dari tersangka pelaku perusakan ada anak di bawah umur," kata Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Donny Charles Go saat dikonfirmasi, Kamis (9/9/2021), dikutip dari Tribunnews.com.

Polda Kalbar sendiri memutuskan menggunakan restorative justice terhadap pelaku anak-anak di bawah umur tersebut.

Kini pelaku di bawah umur tersebut telah dikembalikan kepada orangtuanya, namun tetap dalam pengawasan kepolisian.

Terkait keterlibatan anak di bawah umur dalam perusakan ini, Dosen Agama Islam dari Universitas Indonesia (UI) Alhafiz Kurniawan memiliki pendapat.

Menurut Alhafiz, perilaku kekerasan pada dasarnya tidak sesuai dengan ajaran Islam. Apalagi, dilakukan oleh anak di bawah umur.

“Islam melarang anak kecil diajari soal kekerasan,” tegasnya.

Alhafiz berpandangan, anak kecil sudah seharusnya diajarkan yang baik-baik. Apalagi mereka berada di usia yang gampang sekali meniru. 

Baca Juga: Polisi Lakukan Patroli Medsos untuk Cari Provokator Perusak Masjid Ahmadiyah di Sintang

Penulis : Dedik Priyanto | Editor : Hariyanto Kurniawan

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
19:21
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19