Kompas TV internasional kompas dunia

Kim Jong-un Dipanggil Pengadilan Jepang Terkait Kompensasi Pelanggaran HAM

Kamis, 9 September 2021 | 12:22 WIB
kim-jong-un-dipanggil-pengadilan-jepang-terkait-kompensasi-pelanggaran-ham
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un. (Sumber: Korean Central News Agency/Korea News Service via AP, File)

TOKYO, KOMPAS.TV - Pengadilan Jepang telah memanggil Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un hadir untuk memberikan kompensasi atas pelanggaran HAM.

Pemanggilan tersebut terjadi setelah lima warga warga Jepang keturunan Korea menutut Korea Utara atas penipuan yang dilakukan pada tahun 1960-an.

Ketika itu, sejumlah warga Jepang keturunan Korea merasa ditipu setelah dibujuk untuk tinggal di Korea Utara dan dijanjikan kehidupan seperti Surga Dunia.

Namun kenyataannya mereka hidup dalam kelaparan serta represi yang dilakukan oleh Pemerintah Korea Utara.

Baca Juga: Bandara Kabul Dikuasai Taliban, Badan Penerbangan Federal AS Umumkan Kondisinya Tak Terkontrol

Kim Jong-un sendiri diperkirakan tak hadir di pengadilan untuk persidangan pada 14 Oktober.

Seperti dikutip dari The Guardian, keputusan hakim untuk memanggilnya adalah sesuatu yang langka.

Menurut Kenji Fukuda, pengacara yang mewakili lima penggugat, menegaskan hal itu menjadi contoh di mana seroang pemimpin asing tak diberikan kekebalan kedaulatan.

Para penggugat meminta kompensasi 100 juta yen atau setara Rp 12,9 miliar setiap orangnya, atas penderitaan mereka di program permukiman kembali yang dilakukan Korea Utara.

Dikabarkan sekitar 93.000 warga Jepang keturunan Korea dan keluarganya kembali ke Korea Utara, karena dijanjikan kehidupan yang lebih baik.

Penulis : Haryo Jati | Editor : Desy Afrianti

Sumber : The Guardian


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
00:18
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19