Kompas TV tekno aplikasi

Turki Tagih Denda Rp3,3 Miliar dari WhatsApp karena Tak Lindungi Data Pribadi Pengguna

Sabtu, 4 September 2021 | 19:47 WIB
turki-tagih-denda-rp3-3-miliar-dari-whatsapp-karena-tak-lindungi-data-pribadi-pengguna
Ilustrasi WhatsApp tak membuat kebijakan perlindungan data pribadi pengguna. (Sumber: Shutterstock)

ISTANBUL, KOMPAS.TV - Otoritas Perlindungan Data Pribadi Turki (KVKK) menjatuhkan hukuman denda lebih dari USD234.000 atau sekitar Rp3,3 miliar pada WhatsApp, Jumat (3/9/2021). 

Pemerintah Turki menilai Whatsapp tidak mengambil langkah-langkah teknis dan administratif untuk mencegah pelanggaran data pribadi.

Melansir Anadolu Agency, denda ini diberikan berawal dari penyelidikan soal Ketentuan Layanan dan Kebijakan Privasi (Terms of Service dan Privacy Policy) baru WhatsApp. 

Baca Juga: Ingin Menonaktifkan Sementara WhatsApp tanpa Menghapusnya? Ini Beberapa Caranya

Kebijakan baru WhatsApp itu, kata KVKK, membuat pengguna perlu memberi persetujuan eksplisit untuk pemrosesan data pribadi pengguna yang ingin menggunakan aplikasi perpesanan itu.

Menurut KVKK, aturan itu juga mengatur WhatsApp berhak mengirim data pribadi pengguna ke pihak ketiga yang berlokasi di luar negeri.

Bila tidak memberikan persetujuan eksplisit, pengguna tidak dapat memakai WhatsApp dan akun mereka akan dihapus.

Penyelidikan itu menemukan bahwa WhatsApp mengambil persetujuan eksplisit tak terpisah dari kontrak pengguna sesuai Terms of Service.

KVKK juga menilai, penjelasan soal persetujuan eksplisit itu tak memadai karena hanya terdapat pada satu teks saja.

Padahal, persetujuan eksplisit itu berdampak pada data pribadi pengguna yang diolah dan dikirim oleh WhatsApp ke luar Turki.

Penulis : Ahmad Zuhad | Editor : Vyara Lestari

Sumber : Anadolu Agency



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
12:03
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19