Kompas TV nasional wawancara

Juru Bicara Presiden Angkat Bicara Soal Bocornya Sertifikat Vaksin dan Data Pribadi Jokowi

Jumat, 3 September 2021 | 21:51 WIB

KOMPAS.TV - Warganet dikejutkan, dengan beredarnya sertifikat vaksin covid-19 di dunia maya.

Bocornya informasi data pribadi Jokowi, berasal dari laman resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada bagian form Calon Presiden RI untuk Pemilu 2019 yang mencantumkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) Jokowi.

Setelah NIK Jokowi terungkap ke publik, data itu kemudian digunakan warganet untuk mengecek kartu vaksin covid-19 milik Presiden di aplikasi Peduli Lindungi.

Hasil dari pengecekan itu, warganet berhasil menemukan kartu vaksin dosis pertama, dosis kedua, serta form sertifikat vaksin dosis ketiga, dan menyebarkannya di media sosial.

Menanggapi hal ini, Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fahrulloh, meminta masyarakat tidak melakukan hal itu. Pasalnya, ada ketentuan sanksi pidana jika melakukan hal itu.

Baca Juga: NIK dan Sertifikat Vaksin Jokowi Bocor, Menkes: Semua Data Pejabat Sekarang Kita Tutup

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pun memastikan, pemerintah kini menutup semua data pejabat dalam Aplikasi Peduli Lindungi.

Mudahnya data sertifikat vaksin ini bocor, dibuktikan dengan adanya penangkapan sindikat pembuat kartu vaksin palsu yang diperjualbelikan melalui media sosial.

Polisi menyebut, salah seorang pelaku, merupakan seorang staf pegawai kelurahan yang dapat mengakses data kependudukan.

Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman berharap, pihak terkait dapat segera memberikan penjelasan. Jika memang terjadi kelalaian, maka Istana meminta langkah khusus agar kejadian sama tidak berulang.

Setelah bocornya data di BPJS Kesehatan dan aplikasi e-HAC Kemenkes, benarkah hal ini dikarenakan buruknya pengelolaan penyimpanan data pribadi publik dengan sistem yang tidak memadai?

Kita bahas bersama Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman serta Pakar Keamanan Siber (CISSREC), Pratama Persada.
 

Penulis : Anjani Nur Permatasari

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
09:05
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19