Kompas TV nasional peristiwa

Jubir Jokowi Terangkan Pembagian Bingkisan Presiden yang Picu Kerumunan di Cirebon

Jumat, 3 September 2021 | 09:18 WIB
jubir-jokowi-terangkan-pembagian-bingkisan-presiden-yang-picu-kerumunan-di-cirebon
Staf Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Komunikasi sekaligus Juru Bicara Presiden Republik Indonesia, Mochamad Fadjroel Rachman memberikan apresiasi penuh atas antusias siswa-siswi yang mengikuti Vaksinasi Massal Kelompok Pelajar di Gowa (Sumber: humas gowa)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Juru Bicara (Jubir) Presiden Joko Widodo (Jokowi), Fadjroel Rachman menjelaskan soal pembagian bingkisan Presiden Jokowi yang picu kerumunan di Cirebon, Jawa Barat dua hari lalu.

Bahkan, beberpa orang rela terjun ke selokan air demi mendapatkan kaus Presiden Jokowi.

Fadjroel menyebut pembagian bingkisan biasanya diatur protokoler Istana Presiden.

"Tentu informasinya saya perlu dapatkan terlebih dahulu. Itu biasanya tergantung protokol dari Istana itu sendiri," kata Fadjroel di Makassar, Kamis (2/9/2021).

Baca Juga: Kritik Gaya  Jokowi Bagi Bingkisan  Makin Kencang, Banyak Mudarat hingga Soal Keadaban

Fadjroel menegaskan, Jokowi tidak ada niatan untuk menimbulkan kerumunan. Kata dia, warga berkumpul pada kunjungan di Cirebon itu karena keinginan masyarakat untuk menyaksikan Jokowi dari dekat.

"Tapi pasti tidak ada niat mengumpulkan orang," terang Fadjroel.

Menurut Fadjroel, Jokowi sebagai sosok yang sangat patuh protokol kesehatan. Terlebih, lanjutnya, Jokowi sendiri yang memutuskan soal Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) saat ini.

"Sepanjang yang saya tahu, Beliau itu orang yang taat pada semua peraturan yang sudah ditetapkan," tutur Fadjroel.

Ia kembali menegaskan, Presiden Joko Widodo juga tidak pernah berniat mengumpulkan massa.

Penulis : Hedi Basri | Editor : Gading Persada

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
20:45
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19