Kompas TV bisnis ekonomi dan bisnis

Hippindo: Pusat Perbelanjaan dan Kios Terpaksa Dijual karena Pemasukan Turun Drastis

Kamis, 2 September 2021 | 12:47 WIB
hippindo-pusat-perbelanjaan-dan-kios-terpaksa-dijual-karena-pemasukan-turun-drastis
Ilustrasi- Masyarakat mulai mendatangi Pondok Indah Mal seiiring dengan pembukaan pusat perbelanjaan oleh pemerintah pada perpanjangan PPKM Level 4 di Jakarta, Rabu (11/8/2021) (Sumber: KOMPAS TV/Ant)

JAKARTA, KOMPAS.TV – Kabar terkait pusat perbelanjaan dan kios-kios yang dijual karena sepi pengunjung, merupakan strategi bisnis dari para pengelola untuk bertahan. 

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah. Ia menjelaskan, sebenarnya kegiatan jual-beli atau pemindahtanganan mal atau pusat belanja itu sudah terjadi sejak sebelum pandemi.

Namun, adanya pandemi Covid-19 semakin mempersulit keadaan para peritel. Sehingga dampaknya, tidak sedikit dari pusat belanja maupun kios yang terpaksa dijual atau dilelang karena pemasukan yang menurun drastis.

"Jadi logikanya pasti terjadi hal-hal tersebut. Seperti ada kios yang dijual atau dilelang. Ini adalah dampak dari pandemi sehingga hotel, restoran, mal, serta toko-toko yang ada di pusat belanja ada yang dijual," kata Budihardjo, Rabu (1/9/2021), dikutip dari Kontan.  

Diketahui, ada sekitar lima pusat perbelanjaan atau mal yang terancam dijual karena sepi pengunjung pada masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). 

Salah satunya adalah Mal Ujung Berung Town Square (Ubertos) Kota Bandung, yang akhir-akhir ini santer dibicarakan di media sosial akan dijual. 

Lebih lanjut, Budihardjo menuturkan, pengetatan kebijakan PPKM sejak beberapa bulan lalu, sontak membuat kunjungan mal pun turun drastis. Hal itu lantas berimbas kepada penurunan pemasukan peritel, baik itu penyewa toko maupun pengelola mal. 

Baca Juga: Sekitar 200 Swalayan Tutup di Tahun 2021, Pelaku Usaha Ritel & Mal Harapkan Ada Stimulus

"Pasti terjadi kesulitan dari penyewa yang membayar sewa ke mal, karena mal itu hidupnya dari penyewaan. Kami ini asosiasi penyewa, dari kami sudah susah. Saat ini kami sudah kesulitan membayar sewa, sudah pasti malnya juga berkurang income-nya," ungkapnya. 

Adapun, selama PPKM darurat atau ketika mal ditutup, kunjungan ke mal hanya berada di kisaran 10-20 persen saja. Hal itu utamanya disebabkan oleh penutupan sarana hiburan dan juga pelarangan masyarakat untuk makan di tempat atau dine in. 

Penulis : Fransisca Natalia | Editor : Iman Firdaus

Sumber : Kompas TV/Kontan



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
11:19
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19