Kompas TV pojok prokopim pemko medan

Gotong Royong Kelompok Tani Jaya Raya Wujudkan Petani Sejahtera

Jumat, 27 Agustus 2021 | 16:17 WIB
gotong-royong-kelompok-tani-jaya-raya-wujudkan-petani-sejahtera
Gotong royong Kelompok Tani Jaya Raya, Desa Kubang Puji, Serang, Banten. (Sumber: Dok. Kementan)
Penulis : Elva Rini

JAKARTA, KOMPAS.TV - Pertanian merupakan sektor penting yang memenuhi kebutuhan pangan bagi 267 juta penduduk Indonesia. Meski menjadi salah satu sektor yang terdampak pandemi Covid-19, sektor pertanian harus terus berjalan.

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP) memberikan anggaran untuk merenovasi atau membangun jalan usaha tani di berbagai desa.

Salah satu lokasi yang diinisiasi kelompok tani berada di Desa Kubang Puji. Penyuluh Pertanian Kecamatan Pontang, Iksanudin, mengaku merasakan manfaat besar dari pembangunan jalan pertanian.

Baca Juga: Kementan akan Lahirkan 2,5 Juta Petani Milenial Pada 2024

“Jalan usaha tani merupakan program padat karya yang melibatkan seluruh anggota kami yang ada di Kelompok Tani Jaya Raya. Manfaatnya bisa dirasakan hingga musim panen saat ini,” ujarnya.

Pembangunan jalan usaha tani diakui dapat memangkas biaya produksi tani yang awalnya banyak dikeluarkan untuk menyewa alat berat, mobil pickup, mengangkut produksi, dan lainnya.

Tak hanya itu, pembangunan ini juga memperbaiki kondisi jalan dulunya tak bisa dilewati kendaraan roda dua.

“Saya mengharapkan jalan usaha tani ini dilanjutkan. Dulu jalannya nggak enak, rusak, sekarang alhamdulillah jalannya lancar imbuh Rasiman, Ketua ketua Kelompok Tani Jaya Raya.

Baca Juga: Jaga Kestabilan Pasokan Pangan, Kementan Beri Subsidi untuk Distribusi Cabai Rawit

PPK Padat Karya Produktif Infrastruktur PSP Diana Nur Fatimah menjelaskan, program ini sudah sesuai dengan imbauan Presiden dan menteri terkait pemulihan ekonomi nasional (PEN) dari dampak Covid-19.

“Kita tersebar di hampir 33 provinsi, salah satunya Kabupaten Serang, Provinsi Banten,” jelas Diana.

Terwujudnya sinergi antara warga dan Kementan ini berangkat dari proposal pengajuan yang diterima Dinas Pertanian setempat.

“Dari kelompok tani biasanya mengusulkan berbagai macam kegiatan, kemudian kami mencoba memadukan dengan program yang dilaksanakan pusat. Sekalipun tidak ada program, kami tampung dulu aspirasi masyarakat untuk dicarikan jalannya,” pungkasnya.


Sumber : Kompas TV

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.


BERITA LAINNYA


Close Ads x