Kompas TV pojok prokopim pemko medan

Kementan Targetkan 1.000 Titik Pembangunan Jalan Pertanian di Berbagai Daerah

Jumat, 27 Agustus 2021 | 16:17 WIB
kementan-targetkan-1-000-titik-pembangunan-jalan-pertanian-di-berbagai-daerah
Kepala Bidang PSP Dinas Pertanian Kabupaten Serang, Puji Astuti. (Sumber: Dok. Kementan)
Penulis : Elva Rini

JAKARTA, KOMPAS.TV – Kebutuhan pangan bagi 267 juta penduduk Indonesia mutlak dipenuhi sebagai penyangga kesehatan masyarakat saat pandemi.

Sebagai salah satu langkah Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Kementerian Pertanian (Kementan) RI menargetkan pembangunan jalan pertanian sebanyak 1000 titik di berbagai daerah, salah satunya di Desa Kubang Puji, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.

Infrastruktur tersebut dibangun dengan pengupayaan program padat karya dan anggaran bantuan yang disalurkan Kementan melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP).

Pembuatan jalan pertanian meliputi kawasan budidaya tanaman pangan, kawasan budidaya perkebunan, kawasan budidaya hortikultura, dan kawasan budidaya perternakan.

Baca Juga: Jokowi: Terbukti Produktif di Tengah Pandemi, Pertanian Indonesia Kini Jadi Sektor Unggulan Ekspor

Lokasi yang ditetapkan sebagai lokasi jalan pertanian harus memenuhi beberapa syarat, di antaranya clear dan clean, status lahan jelas, serta terdapat para petani penerima manfaat.

Selain itu, pembuatan jalan pertanian juga memiliki standar spesifikasi seperti lebar badan jalan minimal 2 meter yang dapat dilalui kendaraan roda tiga.

Spesifikasi dan dimensi komponen jalan pertanian seperti bahu jalan, badan jalan, saluran drainase, gorong-gorong, jembatan, dan lainnya sesuai kebutuhan di lapangan juga harus dipenuhi.

Baca Juga: Detik-Detik Jokowi Lepas Ekspor Produk Pertanian Senilai Rp 7,29 Triliun!

Pembangunan jalan pertanian diharapkan mampu memangkas biaya produksi, khususnya biaya pasca panen, dan mengoptimalkan penyaluran hasil produksi pertanian untuk dipasarkan di desa atau kota.

Selain itu, Ditjen PSP juga menginisiasi program penanggulangan banjir (flood management in selected river basins / FMSRB) berbasis manajemen sumber daya air (integrated water resource management / IWRM) untuk memperbaiki kondisi lahan pertanian dan mengendalikan erosi.

Seluruh upaya ini diharapkan dapat menghasilkan produk pertanian yang bermutu dan berkelanjutan, serta mampu meningkatkan produktivitas dan memberi kesejahteraan bagi para petani.


Sumber : Kompas TV

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.


BERITA LAINNYA


Close Ads x