Kompas TV nasional peristiwa

Profil Yahya Waloni, Penceramah yang Ditangkap Polisi karena Dugaan Penistaan Agama

Jumat, 27 Agustus 2021 | 12:07 WIB
profil-yahya-waloni-penceramah-yang-ditangkap-polisi-karena-dugaan-penistaan-agama
Yahya Waloni (Sumber: Instagram @ceramah_ustadz_yahya_waloni, kolase via Tribunnews.com)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Muhammad Yahya Waloni ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama oleh Direktorat Tindak Pidana Siber (Dit Siber) Bareskrim Polri. 

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono menjelaskan Yanya Waloni dijerat UU ITE, dan dikenai pasal tentang penodaan agama dengan ancaman maksimal 6 tahun penjara. 

Yahya ditangkap atas laporan Komunitas Masyarakat Cinta Pluralisme, terkait dugaan penodaan agama bersama pemilik Akun Youtube Tri Datu.

“Melalui ceramah yang diunggah pada video di akun YouTube Tridatu dari perbuatan yang telah dilakukan, yang bersangkutan disangkakan dengan beberapa pasal," ujar Rusdi dalam jumpa pers, Jumat (27/8/2021).

Baca Juga: Yahya Waloni Ditetapkan Jadi Tersangka Penistaan Agama, Ancaman Hukuman 6 Tahun Bui

Yahya Waloni dikenal sebagai pendakwah yang awalnya menetang keberadaan Covid-19. Hal ini diketahui dari salah satu video di akun You Tube Hadits TV di mana Yahya mengatakan tidak mau menggunakan masker.

Pria kelahiran Manado, 30 November 1970, ini sebelum menganut agama Islam, merupakan penganut agama Kristen. Keluarganya dikenal sebagai keluarga Kristen yang taat.

Dikutip dari Tribunnews, Yahya pernah menjabat sebagai anggota DPRD di salah satu kabupaten di Sulawesi Utara dan tercatat pernah menjadi dosen di Universitas Balikpapan pada 2006.

Yahya juga pernah menjadi Ketua Sekolah Tinggi Theologia Calvinis di Sorong pada 2000-2004.

Ia juga mengklaim bahwa dirinya pernah menjadi seorang pendeta yang terdaftar di Badan Pengelola Am Sinode GKI di Papua untuk wilayah VI Sorong-Kaimana.

Penulis : Hasya Nindita | Editor : Desy Afrianti

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


KOMPAS DUNIA

Spanyol Punya 11 Kawasan Vulkanik

Minggu, 17 Oktober 2021 | 19:43 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
20:04
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19