Kompas TV regional kriminal

Titik Terang Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang Bukan Perampokan, Polisi Periksa Suami Korban

Kamis, 19 Agustus 2021 | 06:40 WIB
titik-terang-pembunuhan-ibu-dan-anak-di-subang-bukan-perampokan-polisi-periksa-suami-korban
Kapolres Subang AKBP Sumarni saat meninjau lokasi penemuan mayat dua wanita di Dusun Ciseuti, Desa Jalan Cagak, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat. (Sumber: Dwiki Maulana Velayati/Tribun Jabar)

SUBANG, KOMPAS.TV - Polisi menyimpulkan kasus dugaan pembunuhan terhadap ibu dan anak di Kampung Ciseuti, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat, bukanlah berlatar belakang perampokan.

Pasalnya, tim pemburu penjahat Polres Subang telah menemukan fakta, bahwa tak ada benda-benda berharga yang hilang di rumah korban.

Baca Juga: Dua Mayat Ditemukan Ditumpuk di Bagasi Mobil Mewah, Ternyata Ibu dan Anak

Selain itu, mobil mewah milik korban berupa Toyota Alphard juga masih terparkir di halaman rumahnya.

Bahkan, mobil tersebut dijadikan tempat pembuangan jasad Tuti (55) dan anaknya Amelia Mustika Ratu (23), yang ditumpuk di dalam bagasi mobil mewah tersebut.

Kapolres Subang, AKBP Sumarni, mengatakan titik terang pertama di balik kematian anak dan ibu itu diduga bukan karena perampokan atau pencurian dengan kekerasan.

"Kalo pencurian memang tidak ada barang berharga yang hilang, sudah dicek ya tadi sama tim tidak ada yang hilang hanya berantakan saja," kata AKBP Sumarni dikutip dari Tribunnews.com pada Kamis (19/8/2021).

Baca Juga: Diduga Jadi Korban Pembunuhan, Ibu dan Anaknya Ditemukan Tewas di Bagasi Mobil

Sumarni menuturkan, pihaknya saat ini masih menyelidiki lebih jauh terkait motif di balik kematian mengenaskan anak dan ibu yang mayatnya disimpan di bagasi mobil mewahnya.

Sumarni menyebut, pihak kepolisian akan meminta keterangan dari sejumlah saksi. Salah satunya yaitu suami korban bernama Yosef.

Selain memeriksa saksi, kata Sumarni, polisi juga telah menggelar olah tempat kejadian perkara di lokasi dugaan pembunuhan tersebut.

"Kami masih memeriksa beberapa saksi serta masih mengumpulkan barang bukti masih proses penyelidikan, termasuk suami korban akan kami mintai keterangan," ucap Sumarni.

Baca Juga: Terkuak! Pelaku Pembunuhan Wanita di Cakung Ternyata Pacarnya Sendiri

Menurut Sumarni, untuk dugaan awal saat ini kedua wanita tersebut menjadi korban pembunuhan, akan tetap untuk motif sendiri masih dalam penyelidikan.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Jalan Cagak, Polres Subang, Iptu Karsa mengatakan, pihaknya mencium ada dugaan tindak kekerasan kepada kedua korban hingga mengakibatkan kedua korban tewas.

Sebab, pihaknya menemukan ada dua luka yang diduga berasal dari benda tumpul di area kepala, tepatnya di dahi korban.

"Kedua korban memiliki luka yang sama yaitu luka di bagian jidat dugaan bekas luka dengan benda tumpul," ucap Karsa.

Baca Juga: Tangis Bahagia Sang Ibu Melihat Anaknya Jadi Anggota Paskibraka di Istana Negara

Untuk membuktikan penyebab kematian kedua korban, anggota Polres Subang membawa jasad ibu dan anak itu ke RS Sartika Asih Bandung untuk dilakukan autopsi.

Kepala Desa Jalan Cagak, Indra Jenal, mengatakan informasi ditemukannya jasad kedua korban awalnya disampaikan oleh suami korban pada Rabu (18/8/2021) sekitar pukul 07.30 WIB.

"Awalnya saya mendapatkan laporan dari suaminya Tuti, sekitar pukul 07.30 WIB istri serta anaknya ditemukan tewas dengan kondisi banyak darah di dalam bagasi belakang mobil," kata Indra.

Menurut Indra, kedua korban itu ditemukan dengan kondisi jenazah berlumuran darah dan ditumpuk di bagasi mobil Alphard.

Baca Juga: Sadis! Kapolres Subang Olah TKP Kematian Anak dan Istri Yang Ditemukan Tewas di Bagasi Mobil

"Setelah itu, saya langsung melaporkan ke pihak Kepolisian Subang terus langsung dilakukan identifikasi," ujar Indra.

Sementara itu, Yosep, suami Tuti yang juga ayah dari korban Amelia, mengaku curiga karena tidak menemukan istri serta anaknya di rumah.

"Saya curiga pasti ada apa-apa karena waktu saya pulang sehabis ada keperluan tidak menemukan istri sama anak saya, tapi kondisi rumah sudah berantakan," kata Yosep, Rabu (18/8/2021).

Yosep tampak terpukul atas kejadian itu. Ia sambil berurai air mata, menceritakan detik-detik istri dan anaknya ditemukan dalam kondisi mengenaskan.

Baca Juga: Ayah Tersangka Pembunuh Noor Mukadam Diduga Berupaya Manipulasi Pembunuhan sebagai Perampokan

Setelah muncul kecurigaan, Yosep mengatakan, langsung melapor kepada Polsek Jalan Cagak, Polres Subang. Usai melapor, dirinya bersama petugas kembali ke lokasi.

"Sudah tau ada yang tidak beres saya langsung melaporkan ke Polsek Jalan Cagak," kata Yosep.

"Sewaktu saya kembali saya bersama dengan petugas polisi menemukan istri sama anak saya ditemukan sudah meninggal di bagasi mobil dengan kondisi yang sudah mengenaskan."

Saat menemukan istri dan anaknya, Yosep menyebut, kondisinya sudah penuh dengan bercak darah.

Baca Juga: Tiga Pelaku Pembunuhan Perawat Ditangkap Polisi, Tergiur Harta Korban Saat Lakukan Dekorasi Rumah

"Saya melihat banyak bercak darah juga terus langsung ditemukan di dalam bagasi bagian belakang mobil saya dengan kondisi sudah tidak bernyawa," ujar Yosep.

Penulis : Tito Dirhantoro | Editor : Iman Firdaus

Sumber : Tribun Jabar



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
21:46
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19