Kompas TV kolom budiman tanuredjo

Menunggu Nyanyian Juliari Bongkar Korupsi - Opini Budiman

Sabtu, 14 Agustus 2021 | 09:02 WIB

Bekas Menteri Sosial Juliari Batubara meminta kepada Majelis Hakim agar dirinya dibebaskan dari segala dakwaan karena tidak merasa melakukan korupsi.

Juliari memohon belas kasihan Majelis Hakim soal vonis hukuman nanti.

Ia menyoroti posisinya sebagai kepala keluarga yang dibutuhkan anak-anaknya yang masih kecil.

Mungkinkah Juliari membongkar keterlibatan pihak lain dan menjadi justice collaborator?

Juliari menyerahkan diri ke KPK 6 Desember 2020, setelah KPK menangkap sejumlah pejabat di Kementerian Sosial.

Dia dipersalahkan telah mengutip dana Bansos untuk pandemi.

Sebelumnya, Ketua KPK Firli Bahuri dalam rapat dengan DPR sempat mengungkapkan tak segan menuntut mati bagi tersangka yang berani melakukan korupsi di masa pandemi.

Pernyataan Firli itu disampaikan sebelum Menteri Sosial ditangkap KPK.

Namun, pernyataan Firli itu tak terbukti karena Jaksa hanya menuntut sebelas tahun penjara atas dakwaan pasal penyuapan.

Juliari meminta hakim mengakhiri penderitaannya dan keluarganya dengan cara membebaskannya dari tuntutan dan dakwaan.

Juliari mengaku menyesal karena telah menyusahkan banyak orang.

"Oleh karena itu, permohonan saya, permohonan istri saya, permohonan kedua anak saya yang masih kecil-kecil serta permohonan keluarga besar saya, pada majelis hakim Yang Mulia. Akhiri lah penderitaan kami ini dengan membebaskan saya dari segala dakwaan," tutur Juliari.

Dalam pembacaan pleidoi, Juliari mengaku tidak tahu uang fee Bansos yang berasal dari vendor itu.

Dia mengaku tidak pernah menerima uang itu.

"Memang tidak ada aliran dana dari Terdakwa Matheus Joko Santoso ataupun Terdakwa Adi Wahyono kepada Saya yang berasal dari setoran para vendor Bansos Sembako. Termasuk tidak adanya uang, barang berharga, rekening bank, ataupun aset milik saya yang disita oleh KPK," lanjut Juliari.

Penulis : Aryo bimo

Sumber : Kompas TV




BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
09:03
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19