Kompas TV internasional kompas dunia

Varian Delta Melonjak, 30 Mahasiswa Indonesia Terkurung di Kampus di Nanjing, China

Rabu, 11 Agustus 2021 | 11:15 WIB
varian-delta-melonjak-30-mahasiswa-indonesia-terkurung-di-kampus-di-nanjing-china
Atase Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi KBRI Beijing Yaya Sutarya (berdiri ke-4 dari kiri) bersama para mahasiswa Indonesia di Harbin, Provinsi Heilongjiang, China, 5 Mei 2021. (Sumber: Atdikbud KBRI Beijing/mii/Antara)
Penulis : Vyara Lestari | Editor : Iman Firdaus

BEIJING, KOMPAS.TV – Sedikitnya 30 mahasiswa asal Indonesia di Nanjing, China, terkurung di dalam kampus selama musim libur akhir semester.

"Sudah hampir sebulan ini kami sangat dibatasi. Sejak ada varian Delta kami tidak boleh keluar dari area kampus," kata Mahmud Yunus (22), mahasiswa Institus Perdagangan Jiangsu, Nanjing, seperti dikutip dari ANTARA, Rabu (11/8/2021).

Ia menuturkan bahwa sejak varian Delta muncul di ibu kota Provinsi Nanjing pada 20 Juli lalu, penjagaan di kampus sangat ketat sehingga dia dan beberapa teman mahasiswa asal Indonesia lainnya tidak bisa mengisi liburan akhir semester.

"Kami baru saja selesai mengerjakan tugas akhir, seharusnya bisa liburan kalau tidak ada kasus Delta," ujar mahasiswa asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan, yang baru saja menyelesaikan program D3 dan hendak melanjutkan S1 di kota yang sama itu.

Baca Juga: Mahasiswa Indonesia Bantu Rangkaian Perayaan Idul Adha di Karachi Pakistan

Selama lockdown atau penguncian, kantin dan swalayan di kampus tetap dibuka meskipun tidak ada kegiatan perkuliahan.

"Persediaan kebutuhan sehari-hari tercukupi. Jadi, kami bisa beli kapan saja," kata Yunus.

Saban dua hari sekali, para mahasiswa yang masih bertahan di dalam asrama kampus itu menjalani tes PCR. Hal ini serupa dengan seluruh warga kota Nanjing.

"Sampai sekarang kami sudah dites PCR enam kali. Tidak tahu sampai kapan tes ini akan berakhir," ujarnya.

Baca Juga: Manfaatkan Celah pada Sistem Pemesanan KFC, Mahasiswa di China Makan Gratis Selama Enam Bulan

Sementara itu, Atase Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing Yaya Sutarya mengaku tidak khawatir dengan kondisi para pelajar asal Indonesia yang masih bertahan di berbagai daerah di China.

"Mereka semua sudah divaksin. Kami terus memantau keadaan mereka secara berkala," ujarnya. Ia mengimbuhkan, jumlah pelajar asal Indonesia di China saat ini sekitar 1.400 orang.

Pada Minggu (8/8/2021), untuk pertama kalinya selama tiga pekan terakhir di Nanjing, tidak ditemukan kasus baru COVID-19 varian Delta.

Baca Juga: Ada 14 Mahasiswa Indonesia dari Kamboja Dipulangkan ke Tanah Air, Karena Alasan Ini

Kendati begitu, otoritas kesehatan setempat belum akan melonggarkan tindakan anti epidemi sejak ditemukan kasus positif varian Delta di Bandar Udara Internasional Lukou di Nanjing pada 20 Juli lalu.


Sumber : Antara

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.


BERITA LAINNYA


Close Ads x