Kompas TV internasional kompas dunia

Pemenggalan Noor Mukadam Ungkap Kebencian Terhadap Perempuan dalam Masyarakat Pakistan

Selasa, 10 Agustus 2021 | 04:05 WIB
pemenggalan-noor-mukadam-ungkap-kebencian-terhadap-perempuan-dalam-masyarakat-pakistan
Noor Mukadam, putri mantan diplomat Pakistan yang dipenggal setelah disekap selama dua hari oleh teman lelakinya. (Sumber: The Sun)

ISLAMABAD, KOMPAS.TV – Noor Mukadam (27), putri mantan Duta Besar Pakistan untuk Korea Selatan Shaukat Mukadam, dibunuh dengan sadis di Islamabad pada 20 Juli lalu. Menurut laporan polisi, tersangka pembunuhnya, Zahir Zakir Jaffer yang merupakan teman lelaki Noor, menembak lalu memenggal Noor.

Meski kekerasan terhadap perempuan terbilang umum terjadi di seantero Pakistan, namun aksi pembunuhan sadis terhadap Noor telah mengguncang negara itu.

Melansir DW, sejumlah kekerasan terhadap perempuan baru-baru ini juga terjadi di Pakistan.

Pada Minggu akhir Juli lalu (26/7/2021), seorang lelaki membakar istrinya hidup-hidup di Provinsi Sindh di selatan Pakistan. Di hari yang sama, seorang lelaki juga menembak mati istri, bibi dan kedua putrinya di kota Shikarpur.

Seorang perempuan berusia 30 tahun juga dilaporkan diperkosa dan ditikam di Rawalpindi, dan sehari kemudian meninggal akibat luka-luka yang dideritanya.

Pada 18 Juli lalu, seorang perempuan disiksa hingga mati oleh suaminya di Sindh. Di bulan Juni, seorang lelaki membunuh dua perempuan, termasuk mantan istrinya, atas nama “kehormatan” di Peshawar.

Sejumlah kasus kekerasan terhadap perempuan ini telah memicu perdebatan menyoal kegagalan negara dalam melindungi kaum perempuannya. Perdebatan itu juga menyebut soal budaya impunitas serta alasan di balik kecenderungan masyarakat untuk membatasi kemandirian perempuan dan menyakiti mereka.

Baca Juga: Kronologi Pembunuhan Terhadap Noor Mukadam, Putri Diplomat Pakistan yang Tewas Dipenggal

Budaya Impunitas

Pakistan berada di urutan ke-6 negara paling berbahaya sedunia bagi perempuan. Kasus kejahatan seksual dan kekerasan rumah tangga terus meningkat secara tajam.

Penulis : Vyara Lestari | Editor : Hariyanto Kurniawan

Sumber : DW


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
09:36
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19