Kompas TV kolom budiman tanuredjo

Hadiah Manis Bagi Koruptor - Opini Budiman

Sabtu, 7 Agustus 2021 | 08:59 WIB

Paruh pertama 2021 menjadi masa-masa terindah bagi para koruptor. Diskon besar-besaran sedang diberikan.

Menjelang peringatan kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia, para koruptor bisa berpesta menikmati kemerdekaannya.

Diskon besar-besaran itu diberikan di pekan peringatan hari keadilan internasional (world day for international justice), 17 Juli 2021.

Tapi, keadilan untuk siapa?

Dua pelaku praktik mafia peradilan terbesar mendapat diskon besar. 

Mereka adalah Jaksa Pinangki Sirna Malasari dan Djoko Sugiarto Tjandra.

Jaksa Pinangki yang divonis 10 tahun penjara, diberi obral diskon 60 persen menjadi 4 tahun. Luar biasa.

Begitu juga Djoko Tjandra yang divonis 4 tahun enam bulan, diberi diskon hukuman menjadi 3 tahun 6 bulan.

Diskon besar itu diberikan 5 Majelis Hakim yang mirip di Pengadian Tinggi Jakarta.

Muhammad Yusuf dengan anggota Haryono, Singgih Budi Prakoso, Rusydi, dan Reny Halida Ilham Malik.

Hakim banding tentunya punya pertimbangan tersendiri, mengapa diskon besar harus diberikan kepada terdakwa.

Atas nama kemerdekaan dan independensi kekuasaan kehakiman, putusan Hakim dihormati.

Namun, sah juga bagi publik untuk menyoal dan mengekspresikan ketidakadilan yang dirasakannya.

Kasus mafia peradilan Djoko Tjandra jelas telah merusak kewibawaan negara hukum Indonesia dan aparat hukum Indonesia.

Kasus Djoko Tjandra memberikan gambaran bahwa mafia peradilan yang selalu dibantah itu nyata dan ada.

Bagaimana mungkin seorang buronan 11 tahun yang kabur dari hukum Indonesia bisa memporak-porandakan sistem dan aparatur hukum dan bersengkongkol dengan aparat hukum Indonesia dan mendapat karting besar-besaran pada vonis hakimnya.

Sangat wajarlah jika rasa keadilan publik tergoncang. 

Penulis : Aryo bimo

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
11:13
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19