Kompas TV nasional politik

Kritik Politisi yang Pasang Baliho Saat Pandemi, Abdillah Toha: Apa Mereka Tidak Risih dan Malu?

Jumat, 6 Agustus 2021 | 07:58 WIB
kritik-politisi-yang-pasang-baliho-saat-pandemi-abdillah-toha-apa-mereka-tidak-risih-dan-malu
Pendiri Partai Amanat Nasional Abdillah Toha (Sumber: Kompastv/Ant)

JAKARTA, KOMPAS.TV – Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Abdillah Toha menyampaikan kritik terhadap para politisi yang mencuri start kampanye pilpres di tengah masa pandemi Covid-19.

Dalam cuitan di akun Twitter pribadi, Abdillah Toha menyindir sisi kemanusiaan empat politisi terlebih masa pemilihan presiden (pilpres) masih tiga tahun lagi.

 

"Halo Puan, Erlangga (Ketum Golkar), Muhaimin, AHY, apa tidak risih dan malu memajang gambar diri besar-besar di sekujur Indonesia bersaing untuk pilpres yang masih 3 tahun lagi," cuit Abdillah, seperti dilihat Jumat (6/8/2021).

Baca Juga: Puan Maharani Kembali Sentil Pemerintah, Kali Ini  Soal Stok Vaksin

Perlu diketahui, sejumlah baliho hingga papan iklan atau billboard bergambar para politisi mulai terpampang di sejumlah jalanan di berbagai wilayah di Indonesia.

Oleh karena itu, Abdillah menyayangkan para politisi yang memasang mukanya besar-besar di baliho di tengah masyarakat yang masih jatuh bangun menghadapi pandemi dan kehidupan sehari-hari.

Terlebih ada banyak masyarakat yang terdampak pandemi yang membutuhkan uluran bantuan Pemerintah, sebab tidak sedikit dari mereka kehilangan pekerjaan hingga usahanya gulung tikar.

Lebih lanjut, Abdillah justru menyarankan agar para politisi yang menebar baliho-baliho tersebut menggunakan uangnya untuk kepentingan penanganan Covid-19. Dari pada digunakan dan dihabiskan untuk memasang baliho.

Baca Juga: Politikus PDIP: Baliho Puan Tak Ada Kaitannya dengan Pilpres 2024

Penulis : Nurul Fitriana | Editor : Iman Firdaus

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
14:50
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19