Kompas TV nasional kesehatan

Perlu Diingat, Vaksinasi Tidak Cukup Hentikan Pandemi Covid-19

Kamis, 5 Agustus 2021 | 10:29 WIB
perlu-diingat-vaksinasi-tidak-cukup-hentikan-pandemi-covid-19
Ilustrasi Vaksin Covid-19 (Sumber: Kompastv/Ant)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Penelitian terbaru mengungkapkan, hanya melakukan vaksinasi tidak cukup untuk menghentikan laju penyebaran Covid-19, terutama kemunculan varian baru.

Dalam laporan yang terbit di Nature Scientific Reports, Jumat (30/7/2021), sebuah tim peneliti mengingatkan untuk selalu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun.

"Kami menemukan bahwa tingkat vaksinasi yang cepat dapat menekan munculnya strain yang resisten," tulis tim penelitian tersebut.

"Namun, ketika intervensi non-farmasi dilakukan saat sebagian besar masyarakat telah divaksinasi, kemungkinan munculnya varian virus yang resisten akan meningkat," sambungnya.

Seperti halnya Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) yang mengeluarkan imbauan tetap memakai masker kepada orang yang sudah menerima vaksin.

Baca Juga: Ridwan Kamil Minta Pemprov Diberi Kewenangan Distribusi Vaksin: Kami Ibaratnya Hanya Tukang Pos

Perlu diketahui, intervensi non-farmasi atau intervensi non-farmakologis (NPI) adalah semua jenis intervensi kesehatan yang bukan obat.

Terkait Covid-19, intervensi non-farmasi meliputi kebiasaan tidak memakai masker, berkerumun, dan sebagainya yang bisa meningkatkan penularan virus.

Oleh karenanya, hasil penelitian itu menyarankan pemerintah sebagai pembuat kebijakan dan tiap individu untuk memperhatikan dampak intervensi non-farmasi, di samping juga mengurangi tingkat penularan selama periode vaksinasi.

Peneliti dari Institut Sains dan Teknologi Austria yang terlibat dalam riset tersebut, Simon Rella pun mengatakan bahwa banyak orang sudah divaksinasi tapi masih melakukan intervensi non-farmasi.

Penulis : Aryo Sumbogo | Editor : Iman Firdaus

Sumber : Kompas.com/Nature Scientific Reports


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
22:24
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19