Kompas TV nasional peristiwa

PPATK: Uang Rp2 Triliun yang Disebut dalam Bilyet Giro Akidi Tio Tidak Ada

Rabu, 4 Agustus 2021 | 17:01 WIB
ppatk-uang-rp2-triliun-yang-disebut-dalam-bilyet-giro-akidi-tio-tidak-ada
Penyerahan bantuan dana Rp2 Triliun dari keluarga alm Akidi Tio, pengusaha asal Kota Langsa Kabupaten Aceh Timur untuk penanganan covid-19 di Sumsel, Senin (26/7/2021). (Sumber: Dok. Polda Sumatera Selatan/Tribunnews.com)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyatakan sejak awal telah menaruh perhatian khusus terkait donasi yang akan diberikan keluarga Akidi Tio sebesar Rp2 triliun.

PPATK merasa perlu memberikan perhatian karena profil penyumbang donasi hingga triliunan rupiah itu tidak sesuai dengan jumlah yang disumbangkan.

Baca Juga: Terbongkar Saldo Heriyanti Anak Akidi Tio yang Janjikan Sumbangan Rp2 Triliun, Ternyata Tidak Cukup

Selain itu, juga karena keterlibatan pejabat publik seperti Kapolda Sumsel, dalam menerima sumbangan dari keluarga almarhum Akidi Tio itu secara simbolis.

"Keterlibatan pejabat publik seperti ini memerlukan perhatian PPATK agar tidak mengganggu nama baik yang bersangkutan dan institusi kepolisian," kata Kepala PPATK, Dian Ediana Rae, saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (4/8/2021).

Dian menuturkan, pihaknya sudah melakukan analisis dan pemeriksaan terhadap sumbangan yang akan diberikan untuk penanganan Covid-19 di Sumatera Selatan (Sumsel) tersebut.

Baca Juga: Kompolnas: Kasus Sumbangan Rp2 Triliun dari Keluarga Akidi Tio jadi Bahan Evaluasi Polri

Hasilnya, kata Dian, disimpulkan bahwa uang yang disebut dalam bilyet giro sebesar Rp2 triliun itu tidak ada.

Dian menambahkan, laporan hasil analisis terkait dengan donasi Rp2 triliun dari keluarga Akidi Tio akan diserahkan ke Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

"Hanya akan diserahkan ke Kapolri dan Kapolda Sumatera Selatan, itu sudah sesuai aturan hukumnya," ucap Dian.

Penulis : Tito Dirhantoro | Editor : Fadhilah

Sumber : Kompas TV/Antara


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
17:38
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19