Kompas TV nasional hukum

Ragu Heryanty Anak Akidi Tio Bisa Dipidana, Pakar Hukum: Ini Komedi, Pejabat Kena Prank

Selasa, 3 Agustus 2021 | 21:41 WIB
ragu-heryanty-anak-akidi-tio-bisa-dipidana-pakar-hukum-ini-komedi-pejabat-kena-prank
Perwakilan keluarga almarhum Akidi Tio (kedua dari kanan) menyerahkan bantuan Rp2 triliun untuk penanganan pandemi Covid-19 di Sumatera Selatan, Senin (26/7/2021). (Sumber: Facebook/Polda Sumsel)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Pakar hukum pidana Universitas Trisakti Asep Iwan Iriawan meragukan Heryanty, anak Akidi Tio dapat terkena pidana karena tidak jadi menyumbang uang Rp2 triliun untuk penanganan Covid-19.

Ia pun menjelaskan bagaimana hukum memandang tindakan Heryanty dalam program Sapa Indonesia Malam Kompas TV, Selasa (3/8/2021).

Menurut Asep, tindakan Heryanty dapat tergolong dua hal. Pertama, hal itu bisa termasuk wanprestasi.

“Apakah perbuatan ini melawan hukum? Bisa dilihat. Secara perdata ketika orang ini berjanji menyerahkan sesuatu, tapi tidak dibayar, itu bisa wanprestasi,” jelas Asep.

Baca Juga: PPATK Curiga dengan Profil Pemberi Sumbangan Rp2 Triliun untuk Penanganan Covid-19, Ini Serius

Di sisi lain, Heryanty juga bisa disebut berbohong saat tidak jadi memberi sumbangan Rp2 triliun.

“Kalau uangnya tidak ada, berarti bohong. Nah, apakah bohong ini bisa masuk hukum pidana? Harus ada akibat hukumnya karena ini delik materiil,” kata Asep.

Dalam hukum pidana, kata Asep, tindakan berbohong dapat dijerat dengan pasal penipuan atau pasal penyebaran berita bohong.

“Misalnya, penipuan itu bisa jadi salah satu cara karena untuk menguntungkan diri sendiri dengan melawan hukum lewat pembohongan,” ujar Asep.

“Tapi, kata bohong yang lebih umum itu ada di pasal 14 dan pasal 15 (UU No 1 Tahun 1946). Jadi, orang yang menyebarkan berita bohong. Tapi, harus ada akibatnya. Menimbulkan keonaran gak di masyarakat?” imbuhnya.

Penulis : Ahmad Zuhad | Editor : Gading Persada

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


SINAU

Benarkah Pohon Bisa Bicara?

Sabtu, 18 September 2021 | 23:12 WIB
SINAU

Alasan Induk Kucing Memindah-mindahkan Anaknya

Sabtu, 18 September 2021 | 22:57 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
23:24
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19