Kompas TV nasional berita utama

Anies Sebut Pengelola Usaha Bisa Kena Sanksi jika Terima Pengunjung Belum Vaksin Covid-19

Selasa, 3 Agustus 2021 | 18:31 WIB
anies-sebut-pengelola-usaha-bisa-kena-sanksi-jika-terima-pengunjung-belum-vaksin-covid-19
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Sumber: KOMPAS/ TOTOK WIJAYANTO)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengungkapkan terkait ketentuan pembukaan aktivitas masyarakat harus mengikuti ketentuan dalam kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). 

Namun untuk wilayah DKI Jakarta, Anies mengatakan terdapat penambahan aturan untuk masyarakat Ibu Kota dapat beraktivitas di tengah Pandemi Covid-19.

Adapun yang dimaksud yakni pengelola usaha, karyawan, maupun pengunjung harus sudah divaksin Covid-19. 

Gubernur DKI ini menegaskan pengelola usaha dapat dikenakan sanksi jika mengabaikan aturan tersebut.

"Pengelola bertanggung jawab bahwa semua yang berada di premisnya, baik itu karyawan maupun tamu harus sudah tervaksinasi. Kalau tidak, pengelolanya yang kena sanksi, tidak boleh mengizinkan orang belum vaksin masuk, karena itu berisiko," kata Anies di Jakarta Pusat, Selasa (3/8/2021). 

Kendati demikian, mantan Menteri Pedidikan dan Kebudayaan itu tidak mengatakan lebih rinci soal sanksi tersebut.

Dia hanya menuturkan bahwa masyarakat yang sudah divaksin akan mendapatkan surat bukti vaksinasi Covid-19.

Baca Juga: PPKM Darurat Dinilai Efektif Tekan Kasus Covid-19 di Jakarta, Anies Paparkan Buktinya

"Semua yang sudah vaksin akan mendapatkan SMS dari Pedulilindungi, akan mendapat surat bukti vaksin itu dibawa, itu ditunjukkan," ucap Anies.

Di sisi lain, Anies mengingatkan walaupun sudah memiliki sertifikat vaksin Covid-19 masyarakat harus tetap menerapkan protokol kesehatan secara disiplin. 

Penulis : Isnaya Helmi | Editor : Gading Persada

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
13:25
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19